Logo Bloomberg Technoz

Sentimennya, mengutip riset Phillip Sekuritas Indonesia, data ekonomi AS menunjukkan pelemahan lebih lanjut baik di sektor jasa maupun manufaktur AS.

“Pelemahan data S&P Global Composite PMI AS ini mencakup pengurangan lapangan kerja yang berkelanjutan, dan juga stabilisasi tekanan kenaikan harga sehingga memberi indikasi pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut oleh Bank Sentral AS (Federal Reserve) tahun ini,” papar Philip Sekuritas.

Menurut perhitungan akhir (Final), data S&P Global Composite PMI AS berada di level 52,7 pada bulan Desember, terendah dalam delapan bulan, turun dari estimasi awal 53.0 dan level 54,2 pada bulan sebelumnya.

Perhitungan akhir (Final) data S&P Global Services PMI AS turun ke level 52,5 dari level 54,1. Ini adalah revisi turun dari estimasi awal 52,9 dan lebih rendah dari ramalan pasar 54,0, merefleksikan laju ekspansi sektor jasa (Services) terlemah dalam delapan bulan terakhir.

Data ISM Manufacturing Index turun ke level 47,9 di bulan Desember, lebih rendah dari estimasi pasar 48,3.

Adapun riset terbaru dari Mirae Asset Sekuritas menyebut, investor juga tengah mencerna pernyataan Gubernur Federal Reserve Stephen Miran –sulit untuk memandang kebijakan moneter sebagai netral, bahkan masih bersifat restriktif sehingga menghambat perekonomian dan bahwa pemotongan suku bunga lebih dari 100 basis poin akan diperlukan sepanjang 2026.

(fad)

No more pages