“Kondisi ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor permintaan, tetapi juga oleh kebijakan serta dinamika pasar global,” tegas dia.
Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kinerja ekspor batu bara secara volume terkoreksi 3,9% ke level 354,64 juta ton sampai periode yang berakhir November 2025, lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 369,31 juta ton.
Gita menyatakan peningkatan produksi di negara tujuan ekspor utama seperti China dan India, menjadi faktor utama turunnya kinerja ekspor batu bara Tanah Air.
Selain itu, lanjutnya, ketidakpastian kebijakan turut menekan daya saing ekspor Indonesia di pasar global.
“Penurunan kinerja ekspor batu bara sepanjang 2025 terutama dipengaruhi oleh melemahnya permintaan akibat peningkatan produksi domestik di negara tujuan utama, seperti China dan India,” kata Gita.
Adapun, ekspor batu bara sepanjang Januari sampai November 2025 minus 20,27% ke level US$22,17 miliar atau sekitar Rp371,3 triliun (asumsi kurs Rp16.748 per dolar AS).
Torehan kinerja ekspor komoditas emas hitam itu terpaut lebar dari capaian sepanjang periode yang sama tahun sebelumnya di level US$27,8 miliar.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan koreksi nilai ekspor batu bara itu ikut dibarengi dengan susutnya pengiriman batu bara secara volume sepanjang Januari sampai November tahun ini.
“Secara kumulatif ekspor batu bara turun 20,27%,” kata Pudji dalam konferensi pers secara daring, Senin (1/5/2026).
Sekadar catatan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan realisasi produksi batu bara sepanjang 2025 akan mencapai 790 juta ton.
Proyeksi itu lebih rendah dari capaian produksi batu bara sepanjang tahun lalu sebesar 836 juta ton. Kendati demikian, estimasi produksi itu lebih tinggi dari target yang dipatok sampai akhir tahun ini sebesar 739,6 juta ton.
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan kinerja komoditas tersebut relatif melandai dibandingkan dengan periode tahun lalu.
“Secara produksi batu bara kita turun. Tahun kemarin sekitar 836 [juta ton], mungkin diproyeksikan pada 2025 ini sekitar 790 [juta ton] lah. Jadi secara volume turun, secara harga juga turun,” kata Tri dalam acara Kabar Merah Putih TV One, Senin (29/12/2025).
(azr/wdh)




























