Harga Nikel Kembali Trengginas, Bertahan di Atas US$18.000
Redaksi
07 January 2026 10:30

Bloomberg Technoz, Jakarta – Harga nikel hari ini masih menguat meski tidak sekencang level tertingginya dalam 19 bulan kemarin, karena reli kuat yang mengangkat logam dasar mengalami jeda.
Kontrak berjangka tiga bulan nikel turun pada perdagangan awal Rabu (7/1/2026), setelah melonjak hingga 10,5% mendekati US$18.800/ton pada Selasa (6/1/2026).
Lonjakan intraday di pasar nikel London Metal Exchange (LME) — ditopang oleh risiko terhadap produksi di pemasok utama Indonesia, serta banjir investasi yang luas di pasar logam domestik China — adalah yang terbesar sejak akhir 2022.
Indonesia telah mengisyaratkan rencana untuk mengurangi produksi nikel tahun ini untuk menyeimbangkan pasokan dengan permintaan.
Negara ini juga akan mengenakan denda yang memberatkan kepada penambang karena melanggar izin kehutanan, yang dapat menyebabkan kebangkrutan beberapa perusahaan dan mengganggu produksi.

































