Produksi Nikel 2025 Naik ke 2,5 Juta Ton, Serap Ore 300 Juta Ton
Azura Yumna Ramadani Purnama
03 January 2026 15:00

Bloomberg Technoz, Jakarta – Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) mengestimasikan produksi logam nikel kelas 1 dan kelas 2 sepanjang 2025 mencapai 2,46—2,5 juta ton, meningkat dari realisasi produksi 2024 sebanyak 2,2 juta ton.
Ketua Umum FINI Arif Perdana Kusumah menjelaskan Indonesia membutuhkan kurang lebih sebanyak 300 juta ton bijih atau ore nikel untuk menghasilkan produksi logam sebanyak 2,46 juta ton tersebut.
Dia menambahkan kapasitas terpasang fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) nikel di Indonesia tercatat sebesar 2,8 juta ton nikel yang terdiri atas 2,3 juta ton smelter pirometalurgi berbasis rotary kiln electric furnace (RKEF) dan 500.000 ton smelter hidrometalurgi berbasis high pressure acid leach (HPAL).
“Dengan tingkat utilisasi dan faktor-faktor operasi lainnya, hingga akhir 2025 diperkirakan produksi nikel Indonesia berada sekitar 2,5 juta ton nikel kelas 1 dan 2,” kata Arif ketika dihubungi, dikutip Sabtu (3/1/2026).
Lebih lanjut, Arif mengungkapkan realisasi produksi bijih nikel Indonesia pada 2025 diperkirakan hanya mencapai 82%—85% dari total produksi yang disetujui dalam rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) 2025 sekitar 300 juta ton.
































