Logo Bloomberg Technoz

Penjualan Melambat, Produsen Hadapi EV Winter di 2026

News
07 January 2026 09:40

Mobil listrik atau EV sedang melakukan pengisian daya di New York, Amerika Serikat.Angus Mordant/Bloomberg
Mobil listrik atau EV sedang melakukan pengisian daya di New York, Amerika Serikat.Angus Mordant/Bloomberg

Kyle Stock dan Lili Pike- Bloomberg Technoz

Bloomberg, Pertumbuhan penjualan global kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) diperkirakan melambat tahun ini seiring China mulai mengurangi sebagian subsidi, Eropa goyah dalam rencana penghapusan mesin pembakaran internal (ICE), serta produsen dan pembuat kebijakan di Amerika Serikat berbalik arah dari segmen tersebut.

BloombergNEF memperkirakan konsumen akan membeli 24,3 juta mobil penumpang listrik pada 2026, hanya tumbuh 12% dibandingkan 2025 dan lebih lemah dibandingkan pertumbuhan 23% yang tercatat tahun lalu.


Khusus di Amerika Serikat, produsen kendaraan listrik menghadapi apa yang disebut sebagai “musim dingin EV” dan harus melewati periode yang penuh guncangan sebelum potensi kebangkitan penjualan pada 2027 dan 2028, ujar Nathan Niese, Global Lead untuk segmen kendaraan listrik dan penyimpanan energi di Boston Consulting Group. Meski prospek jangka panjang kendaraan berbasis baterai tetap positif, “tidak ada hal yang cukup beralasan di 2026 untuk optimistis [terhadap pertumbuhan penjualan EV],” katanya.

Pertumbuhan penjualan mobil listrik penumpang diproyeksikan melambat menjadi 12% pada 2026

Keputusan Ford Motor Co. pada Desember lalu untuk membukukan biaya hingga US$19,5 miliar (Rp326,3 triliun dengan asumsi US$1 sama dengan Rp16.738) terkait perombakan besar-besaran bisnis EV, termasuk rencana mengubah truk listrik andalannya, F-150 Lightning, menjadi kendaraan hibrida jarak jauh, memperlihatkan rapuhnya prospek jangka pendek sektor ini, sekaligus melengkapi serangkaian langkah mundur strategi produsen besar di luar China.