Logo Bloomberg Technoz

Sektor Non-Migas Dorong Surplus Neraca Dagang RIĀ  November 2025

Mis Fransiska Dewi
07 January 2026 08:30

Ekspor impor. (Dok: Bloomberg)
Ekspor impor. (Dok: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Neraca perdagangan Indonesia pada November 2025 kembali mencatatkan surplus dengan nilai US$2,66 miliar, atau lebih besar dibandingkan surplus Oktober 2025 yang senilai US$2,39 miliar. Dengan capaian tersebut, Indonesia berhasil mempertahankan tren surplus neraca perdagangan untuk 67 bulan berturut-turut.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, surplus neraca perdagangan pada November 2025 tersebut didorong kinerja positif di sektor nonminyak dan gas (nonmigas). Pada periode tersebut, neraca perdagangan nonmigas berhasil mencatatkan surplus US$4,64 miliar.

“Capaian neraca perdagangan pada November 2025 melanjutkan tren surplus untuk 67 bulan berturut- turut sejak Mei 2020. Neraca perdagangan nonmigas mencatat surplus US$4,64 miliar, sementara neraca migas mencatat defisit US$1,98 miliar,” ungkap Budi dikutip dari siaran pers, Rabu (7/1/2026).


Secara kumulatif, neraca perdagangan pada Januari–November 2025 mencatatkan surplus sebesar US$38,54 miliar. Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan Januari–November 2024 yang sebesar US$29,24 miliar. 

Budi menjelaskan surplus kali ini terutama didorong surplus nonmigas sebesar US$56,15 miliar dan defisit migas sebesar US$17,61 miliar.