Logo Bloomberg Technoz

Neraca Dagang Surplus US$2,5 M Desember 2025, 68 Bulan Beruntun

Sultan Ibnu Affan
02 February 2026 13:06

Neraca dagang (Sumber: Bloomberg)
Neraca dagang (Sumber: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan barang Indonesia tercatat mengalami surplus US$2,51 miliar pada Desember 2025. Artinya, ini merupakan surplus 68 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Ateng Hartono menjelaskan, pada Desember 2025, neraca perdagangan terutama ditopang oleh surplus pada komoditas nonmigas, yakni sebesar US$4,6 miliar.

"Beberapa komoditas penyumbang surplus yakni, lemak dan minyak hewani/nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja," ujar Ateng dalam konferensi pers, Senin (2/2/2026). 


Pada saat yang sama, neraca perdagangan komoditas migas tercatat defisit US$2,09 miliar, dengan komoditas penyumbang defisit adalah minyak mentah dan hasil minyak.

Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus US$41,05 miliar. Hal ini terutama ditopang oleh surplus komoditas nonmigas US$60,75 miliar, sementara komoditas migas mengalami defisit US$19,7 miliar.