Net Surplus Neraca Dagang RI Naik Rp163 T, Ditopang 3 Negara Ini
Sultan Ibnu Affan
02 February 2026 12:05

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat peningkatan net surplus transaksi perdagangan sepanjang tahun 2025 sebesar US$9,72 miliar (setara Rp163,15 triliun).
Menurut Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Ateng Hartono, hasil surplus tahun lalu sekitar US$41,05 miliar (setara Rp689 triliun) cukup tinggi jika melihat catatan periode yang sama di 2024 yaitu sekitar US$31,33 miliar (setara US$525,87 triliun).
“Surplus sepanjang Januari hingga Desember 2025 terutama ditopang oleh surplus komoditi non migas sebesar US$60,75 miliar,” kata Ateng dalam Konferensi Pers Neraca Dagang Indonesia, Senin (2/1/2026).
Sebagai catatan pada data full year 2024 neraca dagang Indonesia hanya meraih surplus US$51,73 miliar. “Sementara komoditi migas masih mengalami defisit sebesar US$19,7 miliar,” tambah Ateng. Pada posisi 2024 defisit perdagangan migas tercatat US$20,4 miliar.
Ateng menambahkan terdapat tiga negara penyumbang surplus transaksi perdagangan sepanjang 2025. Mereka diantaranya Amerika Serikat US$18,11 miliar, diiikuti India US$13,49 miliar. Posisi ketiga Filipina US$8,42 miliar.






























