Diikuti New York, AS 0,5450 poin; Los Angeles, AS 0,5440 poin; Seoul, Korea Selatan (Korsel) 0,5406 poin; London, Inggris 0,5225; Hong Kong 0,5194 poin; dan Paris, Prancis 0,5056 poin di urutan ke-10 teratas.
Terkait Zurich, Swiss menduduki urutan kedua dari kota ramah startup di dunia tahun ini, mereka menyoroti adanya kekuatan inovasi Eropa. Hal ini didorong oleh kualitas pendidikan yang luar biasa, standar hidup yang tinggi, dan kesiapan digital yang kuat, dengan mengimbangi skala aktivitas usaha yang lebih kecil.
Multipolitan menyebut terdapat sebuah model efisiensi regulasi dan ambisi digital soal Dubai, UEA masuk peringkat ketiga secara global. Menurut mereka, kebangkitan pesat kota tersebut mencerminkan ekonomi yang dibangun untuk para pendiri (founder) startup—cepat didirikan, mudah dioperasikan, dan terhubung di dunia.
Selanjutnya, Multipolitan melihat adanya kejelasan regulasi, perpajakan, dan infrastruktur digital di Singapura untuk menetapkan standar ketangkasan bisnis. Negeri Singa itu tetap menjadi tolok ukur bagi mobilitas founder dan skalabilitas lintas batas di Asia.
“Singapura diam-diam telah menjadi sistem operasi bagi para pendiri yang ambisius. Anda tidak hanya datang ke sini untuk modal, Anda datang untuk kejelasan,” kata CEO Multipolitan Nirbhay Handa dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa.
“Aturannya dapat diprediksi, infrastrukturnya berfungsi, dan dari satu kota Anda dapat terhubung ke Asia, Timur Tengah, dan Barat. Keunggulan nyata Singapura adalah memungkinkan para pengusaha untuk fokus pada pembangunan,” imbuh dia.
Sementara itu, New York, AS, menggabungkan aktivitas usaha yang kuat dengan salah satu infrastruktur keuangan terkuat di dunia. Akan tetapi, skor kualitas hidupnya yang relatif rendah membatasi peringkatnya.
“San Francisco, New York, dan Los Angeles terus memimpin karena pasar modal ventura mereka yang kuat dan jaringan perusahaan rintisan yang padat. Namun, kinerja keseluruhan mereka dimoderasi oleh skor kualitas hidup yang rendah, yang disebabkan oleh biaya hidup yang tinggi,” kata Multipolitan.
“Kelemahan ini menggarisbawahi bahwa meningkatnya tekanan keterjangkauan dapat mengikis kemampuan mereka untuk mempertahankan talenta terampil dan mempertahankan pertumbuhan ekosistem dari waktu ke waktu,” Multipolitan menilai.
Daftar kota yang masuk dalam Startup Friendly Cities Index 2026:
(wep)































