Logo Bloomberg Technoz

Harga Batu Bara Merosot 14% Lebih di 2025, Apa Kabar 2026?

Hidayat Setiaji
01 January 2026 08:37

Indonesia merupakan eksportir batu bara terbesar di dunia dan bergantung pada bahan bakar ini untuk kebutuhan listriknya. (Dimas Ardian/Bloomberg)
Indonesia merupakan eksportir batu bara terbesar di dunia dan bergantung pada bahan bakar ini untuk kebutuhan listriknya. (Dimas Ardian/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga batu bara menutup perdagangan 2025 di jalur hijau. Namun sepanjang tahun lalu, harga si batu hitam ambrol.

Pada Rabu (31/12/2025), harga batu bara di pasar ICE Newcastle untuk kontrak pengiriman bulan mendatang ditutup di US$ 107,5/ton. Menguat 0,8% dibandingkan hari sebelumnya.

Harga batu bara bangkit usai terkoreksi dua hari beruntun. Selama dua hari tersebut, harga terpangkas 2,2%.


Sepanjang 2025, harga komoditas ini melorot 14,17%.

Seiring kesadaran akan kelestarian lingkungan yang makin tinggi, batu bara kurang mendapat tempat. International Energy Agency (IEA) melaporkan, permintaan batu bara global pada 2025 diperkirakan naik 0,5% ke 8,85 miliar ton. Ini memang menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah.