Di sisi lain, dia mengungkapkan konsumsi biosolar pada periode Nataru diprediksi meningkat sekitar 5,5%. Kemudian, Dexlite diproyeksikan tumbuh 36,5% dibandingkan periode normal.
Sedangkan produk BBM jenis diesel yang diprediksi mengalami peningkatan konsumsi tertinggi, yakni Pertamina Dex. Konsumsi produk ini diprediksi naik 50,4% dibandingkan periode normal.
Di sisi lain, Beny memprediksi konsumsi BBM untuk penerbangan atau aviation fuel mengalami peningkatan konsumsi 5,2% dibandingkan periode normal.
Selanjutnya, Pertamina Patra Niaga memproyeksikan konsumsi LPG naik 7,2% dibandingkan kondisi normal. Lalu, kerosin atau minyak tanah diprediksi lebih tinggi 4,3% dibandingkan periode normal.
“Untuk stok nasional kami memastikan aman di atas level normal dengan monitoring real-time melalui Command Center Satgas,” ujar Beny.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan BBM dan LPG aman untuk libur panjang Natal dan Tahun Baru 2026.
Kepastian itu disampaikan Bahlil di hadapan Presiden Prabowo Subianto saat sidang kabinet di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025).
Bahlil membeberkan ketahanan stok BBM Pertalite mencapai 18 hari dan Pertamax mencapai lebih dari 22 hari.
Sementara itu, Bahlil menambahkan, ketahanan stok untuk Solar berada pada rentang 15 hari sampai 17 hari. Di sisi lain, ketahanan stok untuk LPG sekitar 14 hari.
“Jadi ini semua masih dalam koridor stok standar minimum nasional, jadi kalau untuk Nataru insyallah aman,” kata Bahlil.
(azr/naw)






























