Logo Bloomberg Technoz

Moody’s Pangkas Outlook 7 Emiten Indonesia Jadi Negatif, Ada ICBP

Recha Tiara Dermawan
06 February 2026 21:20

Pengunjung di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengunjung di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Lembaga pemeringkat global Moody’s Ratings merevisi outlook menjadi negatif dari sebelumnya stabil terhadap tujuh perusahaan non-keuangan di Indonesia, menyusul perubahan outlook peringkat kredit Pemerintah Indonesia dari stabil menjadi negatif dengan peringkat tetap di level Baa2.

Dalam keterangan resmi yang dirilis Kamis (6/2/2026), Moody’s menyatakan bahwa perubahan outlook tersebut dilakukan setelah lembaga itu menegaskan peringkat penerbit Pemerintah Indonesia di level Baa2 pada 5 Februari 2026, namun mengubah outlook menjadi negatif.

“Moody’s Ratings telah merevisi outlook tujuh perusahaan non-keuangan di Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil, menyusul penegasan peringkat penerbit Pemerintah Indonesia di level Baa2 serta perubahan outlook dari stabil menjadi negatif,” tulis Moody’s dalam rilisnya, Jumat (6/2/2026).


Meski demikian, Moody’s menegaskan bahwa peringkat kredit seluruh perusahaan tersebut tetap dipertahankan. Pada saat yang sama, lembaga pemeringkat itu juga menegaskan Baseline Credit Assessments (BCA) untuk lima perusahaan yang berstatus sebagai government-related issuers (GRI).

Tujuh emiten yang terdampak terdiri atas lima perusahaan terkait pemerintah yang mayoritas sahamnya dimiliki negara, serta dua perusahaan sektor swasta.