Logo Bloomberg Technoz

BPOM Temukan 41 Obat Herbal Mengandung Bahan Kimia Obat

Dinda Decembria
10 February 2026 16:40

Ilustrasi Obat Herbal (Envato)
Ilustrasi Obat Herbal (Envato)

Bloomberg Technoz, Jakarta -Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menemukan puluhan obat bahan alam (OBA) yang ternyata mengandung bahan kimia obat (BKO) dalam pengawasan intensif periode akhir tahun 2025. Temuan ini kembali menjaga pentingnya kewaspadaan terhadap masyarakat produk herbal atau suplemen yang beredar di pasaran.

BPOM mencatat, selama November hingga Desember 2025 terdapat 41 produk OBA yang terbukti mengandung BKO dari total 2.923 sampel yang diuji. Rinciannya, pada bulan November ditemukan 32 produk bermasalah dari 1.087 sampel, sedangkan Desember ditemukan 9 produk dari 1.836 sampel yang diuji.

Secara keseluruhan sepanjang Januari hingga Desember 2025, BPOM telah menguji 11.654 produk OBA dan suplemen kesehatan. Dari jumlah tersebut, 206 produk terbukti mengandung BKO , menunjukkan praktik penambahan bahan kimia obat dalam produk herbal masih menjadi permasalahan serius.


Kepala BPOM Taruna Ikrar menegaskan penggunaan bahan kimia obat dalam produk herbal sangat dilarang karena berisiko besar bagi kesehatan. "Temuan produk berbahaya ini sangat meremehkan. Produk yang diklaim sebagai jamu atau obat tradisional ternyata mengandung zat aktif obat yang harus digunakan di bawah pengawasan medis," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (10/2).

BPOM mencatat BKO yang paling sering ditemukan antara lain sildenafil, tadalafil, parasetamol, deksametason, natrium diklofenak, ibuprofen, hingga sibutramin. Zat-zat tersebut sering ditambahkan pada produk dengan klaim penambah stamina pria, obat pegal linu, pelangsing, hingga pengobatan diabetes.