"Nah ini tentunya sangat cukup pada masa siaga yang direncanakan hari ini sampai dengan 5 Januari [2026]. Ini mudah-mudahan tidak ada kendala,” tegas dia.
Adi juga memastikan PLN tidak akan ada pemadaman listrik di tempat-tempat vital pada periode libur panjang tersebut. Dia menegaskan PLN sudah mengecek kesiapan transmisi dari sisi distribusi hingga ke level ritel.
“Khusus untuk transmisi dan distribusi dalam masa siaga ini tidak diperkenankan untuk pemeliharaan yang di tempat-tempat vital sehingga kita pemeliharanya menggunakan pekerjaan dalam kondisi bertegangan, jadi tidak ada pemadaman di sana,” ucap Adi.
Adapun, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) membuka Posko Nasional Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) sektor ESDM mulai 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.
Selama periode tersebut, posko tersebut akan memantau stok produk hilir migas di 25 terminal BBM, 7.885 SPBU, dan 72 depot pengisian pesawat udara (DPPU).
Sekadar catatan, BPH Migas memaparkan beban puncak kelistrikan tertinggi saat periode Posko Ramadan-Idulfitri (Rafi) 2025 naik 3,6% dibandingkan dengan momentum posko yang sama tahun lalu.
Dalam kaitan itu, Direktur BBM BPH Migas Sentot Harijady Bradjanto Tri Putro mengatakan realisasi beban puncak kelistrikan tertinggi saat periode Posko Rafi 2025 mencapai 44.639 megawatt (MW).
“Daya mampu pasok listrik mencapai 56.119 MW atau meningkat 6,6% dari realisasi tahun lalu, sehingga cadangan daya masih ada 11.480 MW atau 25,72%,” ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (11/4/2025).
(azr/wdh)































