Logo Bloomberg Technoz

LNG telah menjadi godaan utama dalam upaya UE untuk melepaskan diri dari kecanduaan impor energi asal Rusia. Sebelumnya; Belgia, Spanyol, dan Prancis mencetak rekor lonjakan impor bahan bakar pada 2022 dan tren penguatan diprediksi terus berlanjut tahun ini.

Tidak seperti batu bara dan minyak, UE belum menerapkan sanksi apa pun terhadap gas. Kadri Simson, Komisaris Energi UE, malah meminta perusahaan untuk tidak memperbarui kontrak bahan bakar yang kedaluwarsa.

Dalam laporannya, para analis Bruegel menyarankan UE dapat mengadaptasi Platform Energi yang baru dibuat untuk menangani pasokan LNG Rusia yang terbatas. Hal itu dapat dilakukan dengan memberikan sanksi impor, memaksa penghentian kontrak jangka panjang, dan memungkinkan UE menawarkan untuk membeli LNG dengan harga lebih rendah dari harga pasar melalui platform.

Bagaimanapun, menerapkan langkah punitif seperti itu kemungkinan harus membutuhkan kebulatan suara di antara negara-negara anggota UE. Permasalahannya, beberapa di antara mereka mungkin tidak ingin menghentikan impor. 

Bruegel memperkirakan Spanyol dan Portugal –yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap pasok LNG Rusia dalam total cadangan gas mereka– akan paling terpukul oleh embargo semacam itu.

“Selain itu, tidak ada jaminan bahwa Rusia ingin terlibat dengan strategi semacam itu, dan Rusia mungkin lebih memilih untuk menolak ekspor LNG ke UE,” tulis Bruegel dalam laporannya, Rabu (28/6/2023).

Terminal LNG Uniper SE Wilhelmshaven (Sumber: Bloomberg)


Meski begitu, embargo dan tawaran untuk membeli LNG Rusia hanya akan berisiko memperketat pasar gas global. 

“Uni Eropa memiliki kecanduan beracun terhadap LNG Rusia, yang harus segera ditangani,” kata Simone Tagliapietra, salah satu penulis laporan tersebut. “Kabar baiknya adalah, dengan persiapan yang diperlukan, UE dapat hidup dengan baik tanpanya.”

Pada Maret, menteri energi UE menyetujui proposal yang akan memungkinkan pemerintah anggota untuk sementara waktu mencegah eksportir Rusia memesan fasilitas yang diperlukan untuk pengiriman komoditas energi.

Pendekatan tersebut juga menyerukan pembatasan harga pada kargo LNG Rusia yang menggunakan UE atau negara-negara G-7 untuk transshipment, asuransi, atau layanan pengapalan. Posisi tersebut masih perlu dinegosiasikan dengan parlemen blok tersebut.


--Dengan asistensi Ewa Krukowska.

(bbn)

No more pages