“Dunia usaha melaporkan bahwa permintaan yang lebih tinggi ditopang oleh sisi domestik,” mengutip laporan S&P Global.
Ditambah lagi, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal III–2025 berhasil tercatat lebih tinggi dari estimasi hampir semua ekonom dan analis, mencapai 5,04% year–on year.
Tim Riset BRI Danareksa turut menyebut, rilis data tersebut membuka optimisme pertumbuhan ekonomi hingga tembus 5,5%.
Kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal III–2025 yang dihitung dengan Produk Domestik Bruto (PDB) berada Rp6.060 triliun berdasarkan Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) pada Kuartal III–2025. Artinya, ekonomi Indonesia berhasil tumbuh 5,04% dibanding periode yang sama tahun lalu.
“Aktivitas produksi terjaga dengan PMI yang berada di zona ekspansif,” papar BPS dalam pengumumannya.
Bersamaan dengan sentimen positif dan melesatnya IHSG di zona All Time High, berikut 10 saham dengan nilai net buy beli bersih terbesar, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 2025 perdagangan IHSG, biarpun investor asing masih net sell.
10 saham dengan net buy terbanyak sepanjang tahun 2025
- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp6,86 triliun
- PT Astra International Tbk (ASII) Rp5,21 triliun
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp4,62 triliun
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp4,2 triliun
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp2,88 triliun
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp2,64 triliun
- PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp1,88 triliun
- PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Rp1,5 triliun
- PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) Rp1,41 triliun
- PT MD Pictures Tbk (FILM) Rp1,39 triliun
10 saham dengan net sell sepanjang perdagangan IHSG 2025
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp27,05 triliun
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp14,8 triliun
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp6,98 triliun
- PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp4,82 triliun
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp4,29 triliun
- PT Indofood CBP Tbk (ICBP) Rp2,79 triliun
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp2,52 triliun
- PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Rp2,47 triliun
- PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) Rp1,36 triliun
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp1,24 triliun
(fad)































