Logo Bloomberg Technoz

Dia menegaskan PLTA Batang Toru memenuhi berbagai regulasi yang ditetapkan, termasuk memiliki izin penggunaan kawasan hutan (PPKH).

“Oh enggak, kita sudah calling, enggak berpengaruh,” tegas dia.

Sebagai informasi, KEEN melaporkan PLTA Pakkat milik perusahaan mengalami longsor hingga operasional pembangkit diberhentikan untuk sementara waktu.

PLTA tersebut terletak di Kabupaten Humbang Hasundutan, Kecamatan Pakkat, Sumatra Utara.

Dalam keterbukaan informasi, manajemen KEEN menjelaskan longsor tersebut terjadi pada 3 Desember 2025 pukul 14.30 WIB. Perseroan memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka akibat peristiwa tersebut.

“Peristiwa ini mengakibatkan PLTA Pakkat untuk sementara berhenti beroperasi,” tulis manajemen dalam surat yang diteken Direktur Utama KEEN Wilson Maknawi, dikutip dari keterbukaan informasi BEI, dikutip Jumat (5/12/2025).

“Perseroan akan menyampaikan informasi tambahan apabila terdapat perkembangan material terkait dengan hasil investigasi dan analisis atas peristiwa ini,” tulis manajemen.

Perusahaan memastikan tidak akan dikenakan denda oleh PT PLN (Persero) akibat pasokan listrik ke negara otomatis terhenti karena operasional terganggu.

Alasannya, hasil produksi PLTA Pakkat sebelum terjadinya peristiwa telah mencapai 100% dari ECE dan peristiwa yang terjadi juga merupakan force majeure yang tertuang dalam  perjanjian pembelian tenaga listrik (PPA).

“Perseroan optimistis peristiwa ini tidak mengganggu kelangsungan usaha perseroan. PLTA Pakkat merupakan salah satu dari 4 proyek PLTA perseroan yang telah beroperasi secara komersial, dan proyek-proyek perseroan yang lainnya tetap beroperasi secara normal,” tulis manajemen.

Adapun, PLTA Pakkat dibangun pada 2016 dan memiliki kapasitas pembangkit total sebesar 18 megawatt (MW).

PLTA Pakkat dibangun dan dioperasikan dengan skema build own operate transfer (BOOT) dalam waktu 30 tahun, terhitung setelah commercial operation date (COD) atau sejak 31 Januari 2018.

PLTA tersebut terletak di Kabupaten Humbang Hasundutan dan beroperasi memanfaatkan aliran sungai Aek Sirahar dengan daerah aliran sungai seluas 251 km2 hektare dan curah hujan tahunan sebesar 3.650 milimeter.

(azr/wdh)

No more pages