Adapun investor asing paling banyak menjual saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencapai Rp26 triliun lebih. Imbas tekanan jual yang amat masif itu, saham BBCA sepanjang tahun melemah 14,2% ke posisi Rp8.300/saham.
Selanjutnya, ada saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang mencatat net sell sebesar Rp15 triliun. Seiring dengan terus diobral, laju harga sahamnya melemah 15% secara ytd ke posisi Rp4.840/saham.
Investor asing juga gemar menjauhi saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), yang menduduki posisi ketiga. Nilai jual asing atas saham Bank BRI mencapai Rp5 triliun lebih. Dengan manuver tersebut, saham BBRI nyaris melemah 10% ke posisi Rp3.690/saham.
Daftar net sell investor asing sepanjang 2025 hingga 28 November.
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp26,94 triliun
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp15,41 triliun
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp5,3 triliun
- PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp4,76 triliun
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp4,32 triliun
- PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Rp2,5 triliun
- PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Rp2,31 triliun
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp2,13 triliun
- PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) Rp1,32 triliun
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp1,18 triliun
Kendatipun begitu, tidak jarang investor asing masih mencatat aksi beli bersih (net buy) di pasar saham Indonesia.
Deretan saham dengan net buy oleh asing terbesar sepanjang 2025,
- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp6,83 triliun
- PT Astra International Tbk (ASII) Rp4,88 triliun
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp4,64 triliun
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp4,35 triliun
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp2,93 triliun
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp2,49 triliun
- PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp1,82 triliun
- PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Rp1,51 triliun
- PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) Rp1,28 triliun
- PT MD Entertainment Tbk (FILM) Rp1,24 triliun
(fad)































