Logo Bloomberg Technoz

Bursa Saham Asia lainnya justru menguat. NIKKEI 225 (Tokyo), KOSPI (Korea), Weighted Index (Taiwan), TOPIX (Jepang), KOSDAQ (Korea), Shanghai Composite (China), Ho Chi Minh Stock (Vietnam), Straits Time (Singapura), SENSEX (India), dan Hang Seng (Hong Kong), yang berhasil menguat masing–masing 1,33%, 0,66%, 0,53%, 0,39%, 0,31%, 0,29%, 0,24%, 0,17%, 0,13%, dan 0,07%.

Sedang lainnya masih di zona merah, SETI (Thailand), IHSG (Indonesia), KLCI (Malaysia), Shenzhen Comp. (China), dan CSI300 (China) yang masing–masing melemah 0,67%, 0,65%, 0,43%, 0,11%, dan 0,05%.

Dengan demikian IHSG adalah indeks dengan pelemahan paling dalam dan paling lemah kedua di Bursa Asia.

Sentimen yang mengobarkan IHSG siang hari ini datang dari sikap wait and see menjelang rilis serangkaian data dari dalam negeri yang penting di pekan depan yang mencakup Manufacturing PMI, inflasi, serta kinerja perdagangan Oktober.

Mengutip riset Phintraco Sekuritas Indonesia, IHSG ditutup melemah pada Kamis setelah sehari sebelumnya sempat mencatatkan All Time High, dengan tekanan terutama berasal dari sector non cyclicals, healthcare dan teknologi. 

“Pelemahan juga turut dipicu oleh koreksi pada sejumlah saham berkapitalisasi besar yang kembali memberikan tekanan terhadap indeks,” papar Phintraco.

Sementara itu, Panin Sekuritas menyebut, IHSG ditutup di zona merah setelah menghadapi uji resistance 8.600 – 8.770. 

IHSG (Bloomberg)

“Stochastic death cross di area overbought. Jika IHSG melemah di bawah MA–5 @ 8.529, maka ada kemungkinan melanjutkan pelemahan menuju support MA–20 di 8.403,” jelas Panin dalam riset terbarunya, Kamis.

Lower Wedge di rentang 8.150 sampai dengan MA–50 @ 8.224 bakal menopang trend bullish IHSG.

Kedepannya, melansir riset Phintraco, IHSG menunjukkan sinyal konsolidasi, tercermin dari histogram MACD yang bergerak sideways serta stochastic RSI yang mulai mengarah turun. 

Pola ini mengindikasikan momentum penguatan mulai mereda dan membuka peluang bagi IHSG untuk mengalami pullback menguji area MA–5 sebagai support dinamis jangka pendek. 

“Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, kami memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang 8.500 – 8.600 pada perdagangan Jumat,” tutup Phintraco.

(fad)

No more pages