Meskipun hujan masih mengguyur lokasi, jalur tersebut saat ini sudah dapat dilalui kendaraan secara bergantian. Hingga berita ini diturunkan, tidak terdapat laporan korban jiwa di lokasi tersebut.
Kondisi berbeda terjadi di ruas Batas Kabupaten Tapanuli Utara – Sipirok. Di ruas ini terdapat tiga titik longsor, yakni di STA 08+200, 08+500, dan 15+800, yang mengakibatkan badan jalan tertutup total oleh material longsoran.
Sebanyak satu unit backhoe loader dan empat excavator telah disiagakan. Namun, kendaraan belum dapat melintas karena kondisi cuaca hujan di lokasi ini berpotensi memicu longsor susulan.
Kerusakan infrastruktur juga dilaporkan terjadi pada Abutment Jembatan Aek Puli Lama di STA 37+400 pada Ruas Batas Kota Tarutung – Batas Kabupaten Tapanuli Selatan.
Sebagai langkah antisipasi, arus lalu lintas yang melewati jembatan ini dialihkan ke Jembatan Aek Puli Baru. Jembatan lama kini ditutup dengan rambu pengaman dan dijaga ketat oleh aparat kepolisian serta dinas perhubungan setempat.
Dampak cuaca ekstrem juga menyebabkan luapan sungai yang menggenangi permukiman dan badan jalan di Desa Aek Libung, Kecamatan Sayur Matinggi.
Akibatnya, lalu lintas di area tersebut lumpuh total. Pihak Kementerian PU terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk pengaturan lalu lintas guna mencegah kemacetan parah. Sejauh ini, tidak ada laporan korban jiwa di wilayah bencana ini.
Bencana juga melanda Ruas Barus – Batas Kota Sibolga. Banjir setinggi 1meter merendam jalan sepanjang 500 meter. Tim Kementerian PU telah menyiagakan peralatan berupa chainsaw, dump truck, excavator, dan backhoe loader untuk mengantisipasi kemungkinan longsor. Selain itu kementerian juga berkoordinasi intensif dengan pemerintah daerah.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara, Hardy Pangihutan Siahaan, menyatakan bahwa timnya masih bersiaga penuh di lapangan. Fokus penanganan mencakup titik longsor, banjir, serta kerusakan struktur seperti pada oprit Jembatan Anggoli dan beberapa ruas yang sempat terisolasi akibat kendala sinyal dan cuaca buruk.
“Sebanyak 11 titik longsor telah terkonfirmasi dan pmaterial terus dilakukan. Kami akan terus memastikan bahwa seluruh sumber daya difokuskan untuk memulihkan akses transportasi, menjaga keselamatan warga, dan mendukung penanganan darurat di semua lokasi terdampak,” ujar Hardy Pangihutan Siahaan.
(ell)































