Akan tetapi, ada risiko harga emas bisa turun hari ini. Cermati pivot point di US$ 4.133/troy ons.
Dari sini, harga emas bisa menguji support US$ 4.113/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5. Support lanjutan ada di US$ 4.101/troy ons yang menjadi MA-10.
Target paling pesimistis atau support terjauh ada di US$ 4.057/troy ons.
Namun andai harga emas masih kuat menanjak, maka target resisten terdekat adalah US$ 4.152-4.157/troy ons. Target paling optimistis atau resisten terjauh adalah US$ 4.207/troy ons.
Sentimen Penggerak Harga Emas
Faktor yang akan mempengaruhi harga emas adalah ekspektasi pasar akan arah kebijakan moneter di Amerika Serikat (AS). pasar kembali yakin bahwa bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve bisa menurunkan suku bunga acuan bulan depan.
Mengutip CME FedWatch, peluang penurunan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,5-3,75% dalam rapat Desember adalah 84,3%. Sementara kemungkinan bertahan di 3,75-4% hanya 15,7%.
Keyakinan ini datang usai rilis data ekonomi terbaru di Negeri Paman Sam. US Census Bureau melaporkan penjualan ritel pada September tumbuh 0,2% dari bulan sebelumnya (month-to-month/mtm). Ini menjadi pertumbuhan terendah dalam empat bulan terakhir.
Sedangkan penjualan ritel inti (mengecualikan makanan, kendaraan bermotor, bangunan, dan bahan bakar minyak) malah turun 0,1% mtm. Jauh di bawah Agustus yang tumbuh 0,6% mtm dan berada di bawah ekspektasi yang memperkirakan kenaikan 0,3% mtm.
Kemudian The Conference Board mengumumkan indeks keyakinan konsumen di Negeri Adikuasa pada November berada di 88,7. Turun 6,8 poin dibandingkan bulan sebelumnya dan menjadi yang terendah sejak April atau tujuh bulan terakhir.
Berbagai data ini membuat pelaku pasar meyakini bahwa perekonomian AS tidak baik-baik saja. Dibutuhkan stimulus untuk merangsang aktivitas ekonomi, termasuk dari sisi moneter dengan penurunan suku bunga.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan lebih menguntungkan saat suku bunga turun.
Namun di sisi lain, harga emas juga dipengaruhi oleh dinamika geopolitik. Ada harapan bahwa konflik di Ukraina bisa diakhiri dalam waktu dekat.
ABC News mengabarkan bahwa para pejabat di Ukraina telah sepakat dengan proposal untuk menyelesaikan perang dengan Rusia. Jika terwujud, maka konflik yang terjadi sejak Februari 2022 ini akan bisa diakhiri.
Emas juga merupakan aset yang dipandang aman (safe haven asset). Saat situasi mendingin, lebih kalem, maka emas biasanya bukan menjadi pilihan utama pelaku pasar.
(aji)





























