Logo Bloomberg Technoz

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menjelaskan proses negosiasi antarbisnis atau business to business (B2B) antara Shell dan PT Pertamina Patra Niaga (PPN) sudah memasuki tahap akhir, bahkan tanker Pertamina sudah mulai bersiap mengantar base fuel untuk Shell.

“Dalam waktu dekat. Jadi, informasinya kargo sedang persiapan untuk bergerak dari tempat pengisian. Kalau dari info yang ada, akhir bulan ini [stok BBM di Shell kembali tersedia],” kata Laode kepada awak media, ditemui di Kompleks Parlemen, Senin (24/11/2025) malam.

Laode mengklaim BBM dasaran yang dibeli Shell dari Pertamina akan menambal kebutuhan pasokan badan usaha (BU) swasta tersebut hingga akhir tahun atau setidaknya sampai pengadaan impor 2026 dilakukan.

Lebih lanjut, dia memastikan seluruh operator SPBU swasta menyetujui pembelian BBM dasaran dari Pertamina, antara lain; PT APR (operator SPBU BP-AKR), PT Vivo Energi Indonesia (Vivo), PT ExxonMobil Lubricants.

Akan tetapi, pasokan BBM milik Exxon masih tersedia sehingga perusahaan tidak memerlukan tambahan impor bensin.

“Swasta kan sudah aman. Jadi pada saat ini BP-AKR sudah [pesan ke Pertamina sebanyak] 2 kargo, menjelang 3 kargo. Vivo sudah. Kemudian Shell sudah final negosiasi. Kemudian yang Exxon mereka masih punya cadangan. Jadi sebenarnya sudah aman,” ungkap Laode.

Sebelumnya, PPN mengumumkan Vivo telah menyerap kargo impor BBM dasaran dari perseroan sebanyak 100.000 barel. Dengan begitu, kini bensin jenis Revvo 92 (RON 92) mulai kembali tersedia di jaringan SPBU Vivo.

Sementara itu, BP-AKR juga sudah menyerap kargo impor BBM dasaran sebesar 100.000 base fuel dari PPN. Dalam perkembangannya, Kementerian ESDM mengatakan BP-AKR membeli base fuel impor kedua dari PPN dan ditargetkan akan melakukan pembelian ketiga.

(azr/wdh)

No more pages