Logo Bloomberg Technoz

Arus modal asing masuk ke pasar obligasi pemerintah. Per Jumat (21/11/2025), kepemilikan asing di Surat Berharga Negara (SBN) tercatat Rp 5.652,47 triliun. Naik dibandingkan sebulan sebelumnya yang sebesar Rp 5.574,51 triliun.

Menurut Jessica Tasijawa, Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, obligasi tenor menengah hingga panjang masih tetap menarik untuk dikoleksi.

“Terutama karena sinyal makro yang mulai stabil dan dukungan kebijakan yang terarah berpotensi memicu rating yang lebih kuat ketika arus (modal asing) mulai kembali masuk,” ujar Jessica, seperti dikutip dari Bloomberg News. 

Lelang Sukuk 

Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) akan menggelar lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada hari ini. Pemerintah menargetkan dapat menghimpun dana sebesar Rp7 triliun dalam lelang tersebut. 

Melansir laman DJPPR, pemerintah akan melelang SBSN seri SPN-S (Surat Perbendaharaan Negara-Syariah) dan PBS (Project Based SukukI. Pelelangan kedua produk ini rencananya untuk memenuhi sebagian target pembiayaan APBN 2025. 

Pemerintah akan melelang delapan seri sukuk. Sukuk pertama adalah SPNS12012026 yang jatuh tempo pada 12 Januari 2026.

Kedua, sukuk SPNS01062026, dengan tanggal jatuh tempo 1 Juni 2026. Ketiga, SPNS10082026 yang jatuh tempo pada 10 Agustus 2026.

Sukuk ini ditawarkan dengan imbal hasil diskonto, artinya investor ditawarkan dengan harga diskon dan mendapatkan imbal hasilnya secara harga penuh saat tanggal jatuh tempo tiba. 

Sementara keempat sukuk lainnya, yaitu PBS0030, jatuh tempo 10 Agustus 2028 ditawarkan dengan imbal hasil 5,875%. Kedua, PBS040 jatuh tempo 15 November 2030 dengan imbal hasil 5%. Kemudian PBSG002 tanggal jatuh tempo 15 Oktober 2033 dengan imbal hasil 5,625%. Lalu PBS034 dengan tanggal jatuh tempo 15 Juni 2039, berimbal hasil 6,5%. 

Ketujuh sukuk ini memiliki underlying asset proyek atau kegiatan APBN tahun 2025 dan Barang Milik Negara. 

(riset)

No more pages