Saham–saham barang baku juga berhasil mengalami penguatan 0,61%.
Kenaikan IHSG yang begitu percaya diri merupakan efek secara langsung dari melesatnya sejumlah saham Big Caps.
Berikut selengkapnya berdasarkan data Bloomberg, Senin (24/11/2025).
- Amman Mineral Internasional (AMMN) menyumbang 11,14 poin
- Dian Swastatika Sentosa (DSSA) menyumbang 8,83 poin
- Telkom Indonesia (TLKM) menyumbang 7,66 poin
- GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) menyumbang 6,16 poin
- Barito Renewables Energy (BREN) menyumbang 5,14 poin
- Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) menyumbang 5,01 poin
- Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menyumbang 4,91 poin
- Petrosea (PTRO) menyumbang 4,84 poin
- Bumi Resources Minerals (BRMS) menyumbang 3,65 poin
- MD Entertainment (FILM) menyumbang 3,31 poin
Adapun saham–saham konsumen non primer lainnya juga jadi pendorong laju melesatnya IHSG, saham PT ERA Media Sejahtera Tbk (DOOH) melesat dengan kenaikan 32%, dan saham PT Bintang Oto Global Tbk (BOGA) juga melesat di zona hijau dengan menguat 25%.
Disusul oleh penguatan saham infrastruktur lain, saham PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) yang menguat 24,8%, saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) melesat 24%, dan saham PT LinkNet Tbk (LINK) yang mencetak penguatan 18,1%.
Adapun Bursa Asia hari ini justru melaju bervariasi. Indeks Hang Seng Hong Kong melejit 1,99%, SETI Thailand menguat 0,28%, Shanghai menghijau 0,2%, CSI 300 China terapresiasi 0,06%, KOSPI Korea hijau 0,1%, sedang, KOSDAQ ambles 1,2%, PSEi - Philippine drop 0,45%, dan FTSE KLCI Malaysia merah 0,07%.
Panin Sekuritas memaparkan, Katalis positif yang mendorong laju IHSG datang dari optimisme investor terhadap penurunan suku bunga The Fed, di mana probabilitas pemangkasan suku bunga The Fed berdasarkan CME FedWatch meningkat ke 67% (dari pekan lalu 44,4%).
Selain itu, Phintraco Sekuritas menyebut, secara teknikal, terdapat pembentukan histogram positif pada MACD diiringi dengan Stochastic RSI yang membentuk golden cross di pivot area.
“Sehingga kami memperkirakan IHSG berpotensi lanjutkan penguatan menuju level 8.500 pada perdagangan Sesi II,” jelas Phintraco.
(fad/aji)





























