Logo Bloomberg Technoz

ECOVERSE 2025

Airlangga: Proyek CCS di RI Butuh Pendanaan Rp251 T

Sultan Ibnu Affan
20 November 2025 11:50

Menko Perekonomian Airlangga saat acara Ecoverse 2025 dan Peluncuran Bloomberg Businessweek Indonesia di Jakarta, (20/11/25). (Bloomberg Technoz/Ibnu)
Menko Perekonomian Airlangga saat acara Ecoverse 2025 dan Peluncuran Bloomberg Businessweek Indonesia di Jakarta, (20/11/25). (Bloomberg Technoz/Ibnu)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia membutuhkan pembiayaan senilai US$15 miliar (sekitar Rp250,89 triliun) untuk investasi di bidang dekarbonasi melalui proyek ‘gudang karbon’.

Menurutnya, proyek carbon capture and storage (CCS) dan carbon capture, utilization, and storage (CCUS) di Indonesia telah menggaet minat investasi dari beberapa negara termasuk Jepang melalui Inpex Corp., Inggris melalui BP Plc., dan Amerika Serikat (AS) melalui Exxon Mobil Corp. 

"Program CCS/CCUS diperkirakan membutuhkan pembiayaa sebesar US$15 miliar. Program ini akan membuat Indonesia sebagai [tujuan] potensi penyimpanan karbon terbesar di Asia, dengan kapasitas 600 gigaton,” ujarnya di sela pergelaran Bloomberg Technoz Ecoverse 2025, Kamis (20/11/2025).


“Ini juga menjadi potensi pengembangan pasar karbon yang berbasis CO2, bisa meng-capture demand mulai dari Tokyo, Korea, sampai Australia,” lanjutnya. 

Airlangga meyakini investasi di bidang tangkap-simpan kabron memiliki potensi pengembangan pasar yang bisa dimanfaatkan oleh Indonesia.