Logo Bloomberg Technoz

Harga Minyak Melesat Imbas Perang AS-Iran, Ini Solusi Pemerintah

Pramesti Regita Cindy
02 March 2026 14:03

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Rosa Panggabean/Bloomberg)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Rosa Panggabean/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi kenaikan harga minyak mentah global yang melonjak tajam seiring perang antara AS-Israel dan Iran yang menyebabkan Selat Hormuz ditutup.

Menurutnya, setiap ketegangan di kawasan tersebut hampir pasti berdampak pada pasokan minyak global. Sebagai catatan, brent sendiri naik hingga 13% menjadi sekitar US$82 per barel.

"Pertama tentu kalau Iran, udah pasti yang terganggu adalah supply minyak. Dan suplai minyak itu karena selat Hormuz akan terganggu, belum juga Red Sea. Jadi kita lihat berapa jauh pertempuran ini akan terus berlaku," kata Airlangga ketika ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (2/3/2026). 


Terkait langkah antisipasi untuk RI, Airlangga menyebut pemerintah telah menyiapkan opsi pasokan dari luar kawasan Timur Tengah.

"Pemerintah sudah punya MoU [nota kesepahaman] untuk mendapatkan supply dari non middle east. Misalnya kemarin Pertamina sudah bikin MoU dengan Amerika beberapa, dengan Chevron, dengan Exxon, dan yang lain," sambungnya.