Oleh karena itu, harga emas memang sudah ‘murah’. Jadi tidak heran aset ini mulai kembali dilirik pelaku pasar.
Harga emas sedang dalam tren negatif karena pasar makin tidak yakin bahwa bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve bakal menurunkan suku bunga acuan dalam rapat bulan depan.
Mengutip CME FedWatch, peluang pemangkasan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,5-3,75% dalam rapat Desember tinggal tersisa 32,8%. Sementara kemungkinan suku bunga acuan bertahan di 3,75-4% sudah mencapai 67,2%.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga belum turun.
Analisis Teknikal
Lantas bagaimana prediksi gerak harga emas untuk hari ini, Kamis (20/11/2025)? Apakah akan terjadi kenaikan tiga hari beruntun?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas bertahan di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 55.
RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun RSI emas belum jauh dari 50 sehingga bisa dibilang cenderung netral.
Sementara indikator Stochastic RSI ada di 48. Menghuni area jual (short) tetapi tidak terlalu kuat, lagi-lagi cenderung netral.
Untuk perdagangan hari ini, harga emas kemungkinan bisa turun. Kenaikan dua hari beruntun bisa saja membuat investor tergoda untuk mencairkan cuan.
Namun rasanya koreksi harga emas tidak akan terlampau signifikan. Koreksi terbatas sepertinya akan terjadi hari ini.
Target support terdekat adalah US$ 4.089/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 10. Dari sini, harga emas berisiko menguji level US$ 4.047-3.964/troy ons.
Namun kalau masih kuat naik, maka harga emas berpotensi mengetes resisten US$ 4.094/troy ons. Resisten lanjutan di rentang US$ 4.106-4.121/troy ons.
Target paling optimistis atau resisten terjauh ada di US$ 4.203/troy ons.
(aji)





























