Logo Bloomberg Technoz

Berikut 10 saham dengan angka net sell tertinggi oleh investor asing selama perdagangan kemarin, Rabu (19/11/2025):

  1. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp87,49 miliar
  2. PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) Rp34,6 miliar
  3. PT MD Entertainment Tbk (FILM) Rp33,36 miliar
  4. PT Astra International Tbk (ASII) Rp32,31 miliar
  5. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp27,79 miliar
  6. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp27,53 miliar
  7. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp27,37 miliar
  8. PT Sentul City Tbk (BKSL) Rp23,5 miliar
  9. PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) Rp21,48 miliar
  10. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) Rp16,99 miliar

Bank Indonesia Tahan BI Rate di 4,75%

Bank Indonesia mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) edisi November 2025. Sesuai prediksi pasar, Gubernur Perry Warjiyo dan kolega memutuskan untuk mempertahankan BI Rate.

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 18-19 November 2025 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,5%.

Keputusan ini searah dengan estimasi ekonom dan analis. Konsensus pasar yang dihimpun oleh Bloomberg menghasilkan median BI Rate masih akan tetap dipertahankan di level saat ini 4,75%.

Ini membuat suku bunga acuan ditahan di 4,75% selama 2 bulan beruntun. BI mempertahankan BI Rate dalam rapat Oktober, dan November.

Kredit Bank Tumbuh Melambat di November

Pada kesempatan yang sama, BI memaparkan pertumbuhan kredit perbankan pada Oktober melambat. Untuk 2025, pertumbuhan penyaluran kredit diperkirakan berada di batas bawah kisaran proyeksi Bank Sentral.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, pada Oktober, kredit perbankan tumbuh 7,36% yoy. Lebih lambat dari 7,7% yoy pada bulan sebelumnya.

Perlambatan kredit, lanjut Perry, disebabkan oleh permintaan yang belum kuat. Antara lain dipengaruhi oleh sikap pelaku usaha yang masih menahan ekspansi.

(fad)

No more pages