Logo Bloomberg Technoz

BI Ungkap Bukti Baru Lambatnya Penurunan Suku Bunga Perbankan

Sultan Ibnu Affan
19 November 2025 14:45

Bank Indonesia (BI) mengkritik lambatnya penurunan suku bunga perbankan (Bloomberg)
Bank Indonesia (BI) mengkritik lambatnya penurunan suku bunga perbankan (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) kembali mengkritik lambatnya penurunan suku bunga simpanan dan suku bunga kredit perbankan. Otoritas moneter ini memandang transmisi penurunan bunga acuan ke suku bunga perbankan masih kurang kencang.

Gubernur BI Perry Warjiyo memaparkan selama 2025, BI telah menurunkan BI rate 125 basis poin (bps) dan suku bunga Indonia di pasar uang overnight turun 203 bps dari 6,03% menjadi 4% di November 2025.

Adapun suku bunga tenor 6 bulan dan 12 bulan turun masing-masing 254 bps dan 256 bps sejak 2025. Sejak awal tahun 2025 turun menjadi 4,63% dan 4,69% pada 14 November.


Adapun imbal hasil SBN tenor 2 tahun turun 226 bps menjadi 4,7% pada 18 November 2025. Adapun SBN tenor 10 tahun sudah turun 113 bps dari tingkat tertinggi 7,26% pada pertengahan Januari 2025 menjadi 6,13%.

Penurunan yang tinggi ini tidak diikuti dengan penurunan suku bunga perbankan yang berjalan lambat. Suku bunga deposito 1 bulan hanya turun 6 bps menjadi 4,1% dari 4,25% karena adanya pemberian spesial rate kepada deposan besar. Komposisinya mencapai 27% dari total dana pihak ketiga (DPK).