Sejumlah saham energi yang menjadi pendorong pelemahan IHSG, utamanya adalah PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) yang ambles 8,29%, senada dengan saham PT Indika Energy Tbk (INDY) yang jatuh 4,92% dan saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) drop 4,44%.
Melansir riset Panin Sekuritas, Indeks sectoral ditutup mayoritas melemah pada Sesi I. Pelemahan terdalam dicatat oleh sector Energi mencapai minus 2,09% seiring terkoreksinya DSSA dan emiten konglomerasi lain, seperti CUAN, PTRO, dan BUMI.
Begitu juga dengan saham PT Elnusa Tbk (ELSA) yang ambles 3,61%, saham PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) melemah 3,49%. Saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) terpeleset 3,38% hingga menjadi pemberat IHSG.
Sementara saham–saham LQ45 yang berisikan saham unggulan juga tercatat di zona merah, dengan penurunan 0,28% ke posisi 847,518 hingga turut menggencet IHSG.
Saham LQ45 yang tercatat melemah harganya adalah saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) drop 6,64%, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melemah 4,77%, dan saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) kehilangan 4,64%.
Senada, tren negatif juga terjadi pada saham LQ45 berikut, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) drop 3,23%, saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) melemah 2,45%. Begitu juga dengan saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) turun 2,44%.
Kinerja Bursa Asia di siang hari ini didominasi pelemahan. Indeks NIKKEI 225 jatuh 2,91%, TOPIX Jepang ambles 2,68%, Shanghai terpeleset 0,98%, CSI China mencatat pelemahan 0,84%, Strait Times Singapore melemah 0,64%, dan FTSE Malaysia KLCI terdepresiasi 0,63%.
Panin Sekuritas juga memaparkan, Bursa Asia pada Sesi I serempak melemah menjelang perilisan serangkaian data ekonomi AS yang dapat memberikan kejelasan tentang arah suku bunga Fed Reserve.
Pasar memperkirakan peluang sekitar 43% untuk pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 25 bps pada Desember 2025.
“IHSG ditutup melemah -0,38% di level 8.384,6 seiring dengan sikap kehati–hatian investor menjelang perilisan data-data penting AS setelah berakhirnya shutdown. Adapun investor tengah menanti keputusan suku bunga Bank Indonesia pada hari Rabu besok yang mana Gubernur BI mengisyaratkan bahwa inflasi yang terkendali dapat memungkinkan potensi penurunan suku bunga di masa mendatang setelah penurunan total 150 bps sejak September 2024,” sebut Panin.
Suku bunga Bank Indonesia (BI) diproyeksikan tetap berada di level 4,75% di tengah pelemahan kurs rupiah.
(fad)



























