Logo Bloomberg Technoz

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga belum turun.

Probabilitas Federal Funds Rate Desember 2025 (Sumber: CME FedWatch)

Shutdown pemerintahan memang sudah berakhir, tetapi berbagai data masih samar-samar sehingga menyulitkan pasar. Ini yang membuat penurunan suku bunga belum jelas,” kata Hebe Chan, Strategist di Vantage Markets yang berbasis di Melbourne (Australia), seperti dikutip dari Bloomberg News.

Analisis Teknikal

Lantas bagaimana prediksi harga emas untuk hari ini, Selasa (18/11/2025)? Apakah akan ada penurunan empat hari beruntun?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih bertahan di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 50.

Skor RSI di 50 adalah ambang batas suatu aset disebut bullish. Namun RSI emas pas-pasan, tepat di 50, sehingga bisa dibilang cenderung netral.

Sementara indikator Stochastic RSI ada di 20. Menghuni area jual (short) yang kuat, bahkan sudah tergolong jenuh jual (oversold).

Untuk perdagangan hari ini, harga emas sebetulnya berpeluang naik. Maklum, koreksi yang terjadi sudah lumayan dalam. Harga emas sekarang sudah ‘murah’ sehingga mungkin kembali dilirik oleh investor.

Cermati pivot point di US$ 4.095/troy ons. Jika tertembus, maka Moving Average (MA) 5 di US$ 4.117/troy ons bisa menjadi target selanjutnya.

Target paling optimistis atau resisten terjauh ada di US$ 4.142/troy ons.

Namun kalau harga emas turun lagi, maka US$ 4.047/troy ons rasanya akan menjadi support terdekat. Dari sini, harga emas berisiko menguji support lanjutan di US$ 3.956/troy ons.

(aji)

No more pages