Logo Bloomberg Technoz

Dalam pidatonya, Waller menyoroti tekanan yang dirasakan rumah tangga akibat tingginya biaya kredit pemilikan rumah dan pinjaman mobil, serta mencatat bahwa lonjakan harga saham yang didorong optimisme terhadap kecerdasan buatan belum berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja.

Waller dikenal sebagai salah satu anggota FOMC yang lebih dovish dan beberapa kali berbeda pandangan dengan mayoritas ketika menyerukan pemangkasan suku bunga lebih awal tahun ini. Komentarnya kali ini menegaskan semakin lebarnya perbedaan posisi di antara pejabat The Fed—antara yang memperingatkan risiko inflasi yang bertahan dan mereka yang mengkhawatirkan kondisi pasar tenaga kerja.

Bulan lalu, pejabat The Fed memangkas suku bunga acuan sebesar seperempat poin untuk kedua kalinya secara berturut-turut, mencerminkan kekhawatiran berlanjut terkait pasar tenaga kerja. Namun Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan kepada wartawan setelah keputusan tersebut bahwa pemangkasan suku bunga Desember “bukan sesuatu yang sudah pasti.” Serangkaian komentar hawkish dari pejabat The Fed lainnya telah menurunkan probabilitas pemangkasan Desember menjadi sekitar 40%, dari hampir 100% sebelum pertemuan Oktober, menurut kontrak futures dana federal.

Waller, yang diangkat ke Dewan Gubernur The Fed oleh Donald Trump pada 2020, termasuk dalam lima kandidat yang dipertimbangkan Gedung Putih untuk menggantikan Powell ketika masa jabatannya berakhir pada Mei.

Pertemuan berikutnya para pembuat kebijakan The Fed berlangsung pada 9–10 Desember.

“Pemangkasan suku bunga pada Desember akan memberikan perlindungan tambahan terhadap potensi percepatan pelemahan pasar tenaga kerja dan membawa kebijakan menuju tingkat yang lebih netral,” kata Waller.

Tak Ada “Group-Think

Dalam sesi tanya jawab setelah pidatonya, Waller mengatakan tudingan bahwa The Fed mengalami “group-think” tidak tepat, terutama saat ini, ketika perdebatan soal arah kebijakan berlangsung sangat dinamis. Group-think merupakan situasi di mana anggota FOMC cenderung memiliki pandangan, pemikiran, atau keputusan yang seragam dan tidak mempertanyakan konsensus yang ada.

“Untuk isu group-think, bagi mereka yang menuduh kami seperti itu, bersiaplah. Anda mungkin akan melihat kondisi paling jauh dari group-think yang pernah ada di FOMC,” ujar Waller. “Ini bukan soal kepemimpinan ketua atau soal perbedaan pendapat. Itulah inti dari sebuah komite—memiliki berbagai sudut pandang.”

Namun ia mengingatkan bahwa hasil voting yang sangat ketat juga bisa menimbulkan masalah.

“Masalahnya adalah ketika hasilnya menjadi tujuh lawan lima, lalu satu orang berubah pikiran pada pertemuan berikutnya sehingga keseluruhan arah kebijakan ikut berubah,” katanya. “Hal seperti itu tidak membuat publik yakin apa yang akan terjadi pada pemungutan suara berikutnya.”

Waller menolak menjawab pertanyaan apakah tekanan dari Presiden Donald Trump agar The Fed menurunkan suku bunga membantu atau justru menghambat kinerja FOMC.

Sebelumnya pada Senin, Wakil Gubernur The Fed Philip Jefferson mengatakan bahwa risiko terhadap pasar tenaga kerja masih condong ke sisi negatif, meski ia tidak secara eksplisit menyatakan dukungan terhadap pemangkasan suku bunga pada Desember.

“Saya melihat bahwa keseimbangan risiko dalam perekonomian telah bergeser dalam beberapa bulan terakhir, dengan meningkatnya risiko penurunan pada pasar tenaga kerja dibandingkan risiko kenaikan inflasi, yang kemungkinan sedikit berkurang belakangan ini,” ujar Jefferson dalam pidatonya di Kansas City Fed.

(bbn)

No more pages