Logo Bloomberg Technoz

Saham–saham keuangan juga berhasil mengalami penguatan 0,65%.

Kenaikan IHSG yang begitu percaya diri merupakan efek secara langsung dari melesatnya sejumlah saham Big Caps.

Berikut selengkapnya berdasarkan data Bloomberg, Senin (17/11/2025).

  1. Dian Swastatika Sentosa (DSSA) menyumbang 22,73 poin
  2. Bank Central Asia (BBCA) menyumbang 9,38 poin
  3. Jaya Sukses Makmur Sentosa (RISE) menyumbang 5,67 poin
  4. Telkom Indonesia (TLKM) menyumbang 5,47 poin
  5. MD Entertainment (FILM) menyumbang 3,72 poin
  6. Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) menyumbang 3,34 poin
  7. Bank Mandiri (BMRI) menyumbang 3,31 poin
  8. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menyumbang 3,27 poin
  9. Astra International (ASII) menyumbang 3,19 poin
  10. IndoKripto Koin Semesta (COIN) menyumbang 2,66 poin

Adapun saham–saham properti lainnya juga jadi pendorong laju melesatnya IHSG, saham PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP) melesat dengan kenaikan 9,84%, dan saham PT Pakuan Tbk (UANG) juga melesat di zona hijau dengan menguat 6,22%.

Adapun saham–saham konsumen non primer juga jadi pemicu penguatan IHSG, saham PT  Multitrend Indo Tbk (BABY) melesat 25%, saham PT  Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) menguat 22,22%, dan saham PT Golden Flower Tbk (POLU) juga menguat dengan terapresiasi 15,6%.

Disusul oleh penguatan saham energi lain, saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) yang menguat 28,8%, saham PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML) melesat 6,81%, dan saham PT RMK Energy Tbk (RMKE) yang mencetak penguatan 6,64%.

Adapun Bursa Asia hari ini justru melaju bervariasi. Indeks KOSPI Korea melejit 1,85%, FTSE KLCI Malaysia menguat 0,25%, SETI Thailand melesat 0,29%, sedang, Hang Seng Hong Kong ambles 1,05%, CSI 300 China terpeleset 0,85%, Shanghai melemah 0,62%, Shenzhen Comp China drop 0,27%, dan Strait Times Singapore merah 0,06%.

Panin Sekuritas memaparkan, Katalis positif yang mendorong laju IHSG datang dari membaiknya risiko setelah berakhirnya government shutdown AS pada pekan lalu. 

Adapun sentimen domestik datang dari sikap investor yang menanti rilis BI Rate pada pekan ini, di mana pelaku pasar memproyeksi pemangkasan suku bunga 25 bps ke 4,5% (prev: 4,75%) yang dinilai dapat meredakan tekanan biaya pendanaan dan memperkuat prospek permintaan kredit pada awal 2026. 

“Selain itu, net inflow asing yang masih positif sebesar Rp3,92 triliun pada akhir pekan lalu menegaskan kepercayaan investor terhadap ketahanan konsumsi domestik, yang terus membaik menjelang periode high season akhir tahun,” jelas Panin dalam riset terbarunya, Senin.

Selain itu, Phintraco Sekuritas menyebut, secara teknikal, terdapat pembentukan histogram positif pada MACD serta Stochastic RSI membentuk golden cross di overbought area. 

“Sehingga kami memperkirakan IHSG berpotensi bergerak dalam rentang level 8.400 – 8.450 pada perdagangan Sesi II Senin,” jelas Phintraco, Selasa.

(fad)

No more pages