Logo Bloomberg Technoz

Kontrak itu berlaku untuk jangka waktu 12 tahun sampai dengan 23 Februari 2032, dengan opsi dapat diperpanjang sebanyak dua kali.

Tumpukan penyimpanan batu bauksit./Bloomberg-Nick Paleologo

Lewat IUP itu, Laman Mining disebut menguasai sekitar 200 juta ton cadangan bauksit, dengan kemungkinan eksplorasi lanjutan untuk menambah umur tambang.

Mengutip peta tambang dari Ditjen Minerba Kementerian ESDM, konsesi tambang Laman Mining dikelilingi oleh konsesi tambang pasir kuarsa.

Berdekatan dengan konsesi Laman Mining, turut beroperasi izin tambang pasir kuarsa PT Morin Mandiri Sukses dan PT Satong Silika Sukses.

Presiden Direktur Laman Mining Agustinus Tan menilai positif kerja sama yang bakal terbangun dengan BUMI untuk pengelolaan tambang perseroan mendatang.

Agustinus mengatakan perseroannya telah menyiapkan infrastruktur lengkap untuk menjalankan kegiatan tambang bauksit tersebut.

“Kami sendiri dari 2018 sudah siapkan infrastrukturnya, jauh sebelum itu,” kata Agustinus kepada Bloomberg Technoz, awal pekan ini.

Misalkan, kata Agustinus, Laman Mining telah membangun jalan angkut sepanjang 14 kilometer untuk menghubungkan area tambang dan pelabuhan pemuatan tongkang di Desa Kuala Tolak di sebelah barat area tambang.

Di sisi lain, menurut Agustinus, potensi cadangan bauksit di sekitar tambang Laman Mining relatif besar untuk dieksplorasi lebih lanjut.

“Di belakang kami kan potensi abundance tambang-tambang yang belum digarap begitu besar,” kata Agustinus.

Sementara itu, Laman Mining tengah menyiapkan proyek pabrik alumina dengan nilai investasi sekitar US$1,5 miliar atau setara dengan Rp24,99 triliun (asumsi kurs Rp16.666 per dolar AS).

Proyek itu bakal dikerjakan anak usaha Laman Mining, Supreme Alumina Indonesia (SAI) dengan target kontruksi kuartal II-2026.

Rencananya proyek itu bakal menghasilkan 2,4 juta ton alumina per tahun dengan kapasitas input bauksit sekitar 7,9 juta ton bauksit per tahun.

Dia menargetkan pabrik alumina itu bisa produksi komersial secara bertahap selepas satu tahun masa kontruksi. Menurut dia, target itu belakangan bisa dikejar dengan perkembangan teknologi pabrik alumina saat ini.

Manuver BUMI 

Advisor BUMI Christopher Fong mengatakan akuisisi Laman Mining itu menjadi strategi perusahaan untuk mendiversifikasi bisnis mineral ke portofolio bauksit.

“Bauksit dan rencana hilirisasinya adalah bagian dari strategi diversifikasi perusahaan, dan sejalan dengan pengumuman [akuisisi] terakhir aset emas dan tembaga Wolfram Limited di Australia,” kata Christopher saat dimintai konfirmasi, Selasa (11/11/2025).

Adapun, emiten kongsi grup Salim dan Bakrie itu baru saja menyelesaikan akuisisi 100% saham perusahaan tambang emas dan tembaga asal Australia, Wolfram Limited (WFL). Akuisisi itu melibatkan transaksi dengan nilai AUS$63,5 juta atau sekitar Rp698,98 miliar.

Selain itu, dia menambahkan, rencana bisnis berkaitan dengan portofolio bauksit bakal ikut disampaikan setelahnya.

“Strategi bisnis akan segera diumumkan setelah dokumen legal diselesaikan,” kata Chris.

Akuisisi Laman Mining bakal menjadi pintu masuk kongsi grup Salim dan Bakrie pada bisnis alumina, mineral hasil pemurnian bauksit yang menjadi bahan baku aluminium.

Manuver itu makin memperkuat portofolio nonbatu bara BUMI dengan mengamankan rantai bisnis tambang bauksit sampai pemurnian alumina nantinya.

Rencananya, BUMI bakal melanjutkan akuisisi untuk proyek pabrik alumina yang dikerjakan SAI. BUMI bakal menghimpit 55% saham SAI dan sisanya akan tetap dipegang Laman Mining.

(naw/wdh)

No more pages