Logo Bloomberg Technoz

Mandatori B50, Industri Otomotif Didorong Sesuaikan Suku Cadang

Azura Yumna Ramadani Purnama
15 November 2025 07:12

Seorang pengendara mengisi bahan bakar di pom bensin menjelang pemogokan dua hari di Naples, Italia, Selasa (24/1/2023). (Alessio Paduano/Bloomberg)
Seorang pengendara mengisi bahan bakar di pom bensin menjelang pemogokan dua hari di Naples, Italia, Selasa (24/1/2023). (Alessio Paduano/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berharap industri otomotif mulai menyesuaikan suku cadang mesin, sehingga lebih kompatibel dengan biodiesel B50 yang akan mulai diwajibkan pada semester II-2026.

Kementerian pun mengklaim sudah mulai mengajak industri otomotif dalam pengujian bahan bakar nabati tersebut.

Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menjelaskan terdapat sejumlah material suku cadang yang memang perlu disesuaikan seiring meningkatnya campuran fatty acid methyl ester (FAME) dalam biodiesel.


Penyesuaian suku cadang, kata dia, dapat mengatasi permasalahan yang timbul dalam proses uji coba tahap awal yakni filter mesin yang harus lebih cepat diganti dan menurunnya performa mesin gegara B50.

Biodiesel kita harapkan sparepart mulai menyesuaikan; misal pakai karet yang lebih kuat atau tahan biodiesel sehingga performa mesin lebih baik, tidak terjadi penggumpalan dan lain-lain,” kata Eniya ketika dihubungi Bloomberg Technoz, Jumat (14/11/2025).