Kepala Strategi Pasar BMO Private Wealth, Carol Schleif memandang penurunan ini terjadi, bahkan setelah penutupan (shutdown) pemerintah AS terlama dalam sejarah berakhir, yang memberi "kelegaan" bagi pasar.
"Kami tidak akan terkejut melihat sedikit fluktuasi pasar dalam beberapa pekan ke depan seiring pemerintah mulai beroperasi kembali dan data ekonomi mulai dirilis."
Gedung Putih mengatakan klaim pengangguran, data inflasi, dan upah rata-rata riil—semuanya dijadwalkan dirilis pada Kamis pagi waktu setempat—masih tertunda dan kemungkinan besar tidak akan dirilis. "Investor terus bergulat dengan kekosongan data AS," tulis para ahli strategi Scotiabank yang dipimpin Hugo Ste-Marie dalam catatannya.
Pelaku pasar terus mengurangi taruhan bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga pada pertemuan Desember. Gubernur The Fed Cleveland, Beth Hammack menilai bank sentral harus mempertahankan suku bunga untuk melawan inflasi. Sementara Gubernur The Fed St Louis, Alberto Musalem menyebut para pejabat harus bertindak hati-hati dalam menurunkan suku bunga di masa mendatang.
"Pasar kesulitan mendapatkan momentum pagi ini seiring penutupan pemerintah AS berakhir dan ekspektasi terhadap The Fed yang hawkish terus berlanjut," ujar Karl Schamotta, kepala strategi pasar di Corpay.
Pelaku pasar juga mencermati sektor teknologi, yang mengalami pergerakan tajam dalam dua pekan terakhir di tengah kekhawatiran bahwa valuasi mencapai level menggelembung.
Michael Burry, yang menaruh taruhan bearish terhadap Palantir Technologies Inc dan Nvidia Corp, mengakhiri status pendaftaran lembaga investasinya, Scion Asset Management, di Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC).
"Kami tidak berpikir pasar akan bergerak tenang hingga akhir pekan," jelas Matt Maley, kepala strategi pasar di Miller Tabak + Co LLC, sembari menambahkan bahwa ia melihat potensi pergerakan besar pada saham teknologi dan cip.
(bbn)





























