Selain itu, Alexandre Bissonnette yang merupkan pelaku kasus Quebec Church Attack pada 2017 di Kanada. Pelaku teror ini memiliki ideologi white supremacist atau supremasis kulit putih. Ideologi yang sama juga dimiliki tokoh lain yang turut mempengaruhi pelaku ledakan SMAN 72 yaitu Dylann Roof yang merupakan pelaku Charleston Church Shooting pada 2015 di South Carolina, Amerika Serikat.
Nama lainnya adalah Vladislav Roslyakov yang merupakan pelaku teror berideologi neo-nazi yang melakukan serangan di Kerch Polytechnic College pada 2018. Brenton Tarrant yang beraliran supremasis kulit putih asal Australia. Dia menyerang dua masjid dan melakukan pembantaian terburuk dalam sejarah Selandia Baru pada 15 Maret 2019. Serta Natalie Lynn Rupnow yang melakukan penembakan di Wisconsin, AS pada 2024.
“Yang bersangkutan hanya mempelajari kemudian mengikuti beberapa tindakan ekstrimisme yang dilakukan, bahkan posenya, kemudian beberapa simbol-simbol yang ditemukan itu sekedar menginspirasi. artinya mengapa mixed banyak ideologi di sini, tapi tidak ada ideologi konsisten yang dia ikuti, disini menunjukkan ini hanya sekedar inspirasi,” kata Mayndra.
(azr/frg)































