Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Tertekan di Awal November, Asing Catat Net Sell Rp4,58T

Redaksi
09 November 2025 15:00

Bank Indonesia siap turunkan suku bunga keempat berturut-turut untuk dorong pertumbuhan (Bloomberg)
Bank Indonesia siap turunkan suku bunga keempat berturut-turut untuk dorong pertumbuhan (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar Rupiah masih bergerak tertekan di tengah arus keluar dana asing dari pasar keuangan domestik pada pekan pertama November 2025.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), pada akhir perdagangan Kamis (6/11/2025), Rupiah ditutup di level Rp16.690 per dolar AS. Imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun naik ke 6,17%. Di saat yang sama, indeks dolar AS (DXY) melemah ke 99,73, sementara yield US Treasury Note tenor 10 tahun meningkat ke 4,083%.

Memasuki perdagangan Jumat pagi (7/11/2025), Rupiah dibuka sedikit melemah ke level Rp16.695 per dolar AS. Adapun yield SBN tenor 10 tahun turun tipis ke 6,15%.


Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa tekanan terhadap Rupiah terjadi di tengah meningkatnya premi risiko dan arus keluar modal asing.

Premi Credit Default Swap (CDS) Indonesia tenor lima tahun tercatat naik menjadi 75,49 basis poin (bps) per 6 November 2025, dari posisi 73,03 bps pada 31 Oktober 2025.