Logo Bloomberg Technoz

Belajar dari Timor, Mobnas Hyundai Harus Fokus Pengembangan Lokal

Redaksi
09 November 2025 11:30

Kendaraan taktis Maung MV3-EV, Pandu saat Indo Defence Expo di JIExpo Kemayoran, Rabu (11/6/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Kendaraan taktis Maung MV3-EV, Pandu saat Indo Defence Expo di JIExpo Kemayoran, Rabu (11/6/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Awal pekan lalu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan raksasa otomotif Hyundai tertarik bergabung dalam proyek mobil nasional. Airlangga bilang, perusahaan otomotif asal Korea Selatan ingin memproduksi mobil nasional dengan tingkat komponen dalam negeri atau TKDN hingga 80%.

Yannes Martinus Pasaribu, Pengamat Otomotif ITB menyebut bahwa kerja sama dengan Hyundai sangat potensial dan strategis bila dikelola secara tepat.

“Sebab untuk mempercepat proses penyiapan dengan deadline 3 tahun, Indonesia harus menggandeng mitra worldclass yang memiliki teknologi, pengalaman manufaktur, dan kapasitas investasi besar” kata Yannes kepada Bloomberg Technoz pekan ini. 


“Supaya proyek mobil buatan Indonesia yang diwacanakan tersebut dapat masuk ke dunia industri yang riil, tidak berhenti di tataran simbolik seperti yang sudah-sudah”

Yannes bilang, Sung Kim sebagai pimpinan tertinggi Hyundai sudah menunjukkan komitmen kuat untuk ingin ikut terlibat dan didukung rekam jejak kuat Hyundai sudah memiliki keunggulan basis produksi di Cikarang, sinergi dengan LG untuk pabrik baterai EV, serta reputasi global dalam teknologi listrik dan hidrogen