Logo Bloomberg Technoz

MDKA Kebut Tambang Bawah Tanah Banyuwangi, Konstruksi Dimulai

Redaksi
08 November 2025 23:22

Ilustrasi area proyek pertambangan (dok PT Merdeka Copper Gold Tbk)
Ilustrasi area proyek pertambangan (dok PT Merdeka Copper Gold Tbk)

Bloomberg Technoz, Banyuwangi PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) melalui anak usahanya PT Bumi Suksesindo (BSI) siap mendeklarasikan diri sebagai pemilik tambang tembaga terbesar ketiga di Indonesia dalam waktu dekat.

Proyeksi itu diungkapkan menyusul rencana pengembangan tambang bawah tanah (underground) di lahan Tujuh Bukit Banyuwangi, Jawa Timur yang kian mantap.

Senior Manager Technical Service PT BSI, Erik Barnas menyebut berdasarkan feasibility study (FS) teranyar mengungkapkan tambang underground di Tujuh Bukit bisa mengerek 24 juta ton biji per tahun, dengan hasil hingga 110 ribu ton tembaga.

"dan 350 ribu ounces emas per tahun," ujar Erik Barnas saat Media Visit PT BSI di areal tambang yang berlokasi di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (8/11/2025).

Berdasarkan Mineral Resources Estimate (MRE) per Maret 2024, potensi sumber daya terindikasi mineral mencapai 8,2 juta ton tembaga dan emas sebanyak 27,9 juta ounces. Komposisi ini membuat penambangan diperkirakan bisa mencapai 30 tahun.

"Alhamdulillah studi kelayakan terkini sudah disetujui, sehingga kita bersiap memulai pembangunan konstruksi, dan tahun depan bisa kita mulai. Sehingga kita bisa menyumbang hingga 15% dari produksi tembaga di Indonesia," ujar Erik menegaskan.

"Yang sudah kami lakukan dalam pengembangan tambang bawah tanah yakni pembuatan terowongan dengan panjang sekitar 1,8 kilometer," ungkap Manager Underground Tujuh Bukit PT BSI, Toddy Samuel dalam kesempatan yang sama. Mitigasi risiko terhadap gangguan baik gempa maupun lainnya, kata dia, juga sudah disiapkan dengan matang. 

Seperti diketahui proses eksplorasi Tambang Tembaga Tujuh Bukit telah dimulai sejak 2018 dan hingga kini sudah menelan dana investasi sekitar US$250 juta. 

Adapun PT BSI sudah mengoperasikan 992 hektare dari total 4.998 hektare wilayah konsesi berdasarkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi dan Produksi yang diterbitkan pada 2012. 

"Target produksi 2025 emas 100.000-110.000 ounce. Berdasarkan capaian sejauh ini, kami on the track,” ujar Head Corporate Communication MDKA Tom Malik dalam rangkaian kegiatan.

"Untuk tambang underground, perkiraan pengembangan bawah tanahnya bisa memenuhi investasi US$1-1,5 miliar," kata dia menegaskan.

Sampai saat ini, Tambang Emas Tujuh Bukit dilakukan dengan metode tambang terbuka (open pit). Selain di Banyuwangi, MDKA juga mengoperasikan Tambang Tembaga Wetar, Maluku Barat Daya dengan hasil komoditas mineral tembaga, emas, dan pirit. Pada 2025, tambang ini diharapkan dapat menghasilkan sekitar 9.500--11.500 ton tembaga dengan cash cost sekitar US$ 1,60--US$ 2,20 per pound.