Logo Bloomberg Technoz

Penyebab IHSG Melemah 0,81% pada Sesi I

Muhammad Julian Fadli
26 February 2026 13:25

Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (8/4/2025). (Dimas Aridan/Bloomberg)
Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (8/4/2025). (Dimas Aridan/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Sesi I di zona merah. IHSG melemah 0,81% di posisi 8.255 pada Kamis (26/2/2026). Saham NCKL, MDKA, hingga EXCL jadi pemberat.

Pada Sesi I IHSG berfluktuatif cepat hingga terus melanjutkan sesi pelemahan di zona merah dengan penurunan terdalam menyentuh 8.236. Pergerakan IHSG berada di rentang level 8.358–8.236.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia menunjukkan nilai transaksi jual–beli saham mencapai Rp14,87 triliun dari sejumlah 26,32 miliar saham yang diperjualbelikan. Dengan frekuensi mencapai 1,74 juta kali perdagangan.


Saham–saham transportasi, saham konsumen non primer, dan saham barang baku menjadi pemicu pelemahan IHSG dengan ambles mencapai 2,61%, 1,99%, dan 1,77%. Disusul oleh saham–saham infrastruktur yang drop 1,67%. Sedang, saham energi mengalami pelemahan 1,21%.

Pelemahan pada saham transportasi diperberat oleh amblesnya harga saham PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) drop 11,1%, dan saham PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (GTRA) yang turun 6,67%. Serta saham PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) drop 3,71%.