Saham–saham infrastruktur juga berhasil mengalami penguatan 0,91%.
Kenaikan IHSG yang begitu percaya diri merupakan efek secara langsung dari melesatnya sejumlah saham Big Caps, atau pun saham–saham Blue Chip.
Berikut selengkapnya berdasarkan data Bloomberg, Kamis (6/11/2025).
- Dian Swastatika Sentosa (DSSA) menyumbang 28,71 poin
- Barito Renewables Energy (BREN) menyumbang 7,19 poin
- Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menyumbang 3,27 poin
- Astra International (ASII) menyumbang 3,19 poin
- Sinar Mas Multiartha (SMMA) menyumbang 2,07 poin
- Global Digital Niaga (BELI) menyumbang 2,05 poin
- Petrosea (PTRO) menyumbang 2,03 poin
- Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) menyumbang 1,67 poin
- Adaro Andalan Indonesia (AADI) menyumbang 1,59 poin
- Impack Pratama Industri (IMPC) menyumbang 1,54 poin
Adapun saham–saham perindustrian lainnya juga jadi pendorong laju melesatnya IHSG, saham PT Green Power Group Tbk (LABA) melesat dengan kenaikan 34,6%, dan saham PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK) juga melesat di zona hijau dengan menguat 16,1%.
Adapun saham–saham energi juga jadi pemicu penguatan IHSG, saham PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML) melesat 12,4%, saham PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) menguat 10,4%, dan saham PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) juga menguat dengan terapresiasi 10,2%.
Saham–saham unggulan LQ45 juga melesat di teritori positif hingga menggenjot laju IHSG, saham PT Hermina Tbk (HEAL) melesat 3,86%, saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) menguat 3,21%, saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) terbang 2,19%, dan juga saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) melonjak 2,13%.
Adapun bursa Asia hari ini juga kompak menguat. Indeks Hang Seng Hong Kong melejit 2,12%, Strait Times Singapore menguat 1,54%, CSI 300 China hijau 1,43%, TOPIX meninggi 1,38%, NIKKEI 225 menguat 1,34%, SETI Thailand terbang 1,39%, Shenzhen Comp China menguat 1,16%, dan KOSPI Korea terapresiasi 0,55%.
Phintraco Sekuritas memaparkan, Katalis positif yang mendorong laju IHSG datang dari Optimisme akan membaiknya ekonomi domestik di Kuartal IV–2025 serta adanya pengumuman review kuartalan indeks MSCI di mana beberapa saham berhasil masuk dalam perhitungan indeks MSCI, telah menjadi faktor positif pada perdagangan Kamis.
“Selanjutnya, investor akan menantikan data cadangan devisa Indonesia bulan Oktober. Data ini akan diperhatikan di tengah depresiasi Rupiah dan setelah pada bulan lalu cadangan devisa turun pada level terendah sejak Juli 2024 akibat adanya pembayaran utang luar negeri pemerintah dan stabilisasi rupiah oleh Bank Indonesia,” jelas Phintraco.
(fad)





























