Logo Bloomberg Technoz

Efek B50, Pengusaha Batu Bara Sebut Biaya Tambang Naik US$2/Ton

Azura Yumna Ramadani Purnama
06 November 2025 11:00

Ilustrasi biodiesel (Envato)
Ilustrasi biodiesel (Envato)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengkaji ulang rencana mandatori biodiesel B50 pada 2026, sebab dinilai akan meningkatkan biaya operasional di tengah lesunya kinerja ekspor komoditas energi fosil itu.

Plt. Direktur Eksekutif APBI Gita Mahyarani menyatakan penggunaan B50 untuk sektor pertambangan berpotensi menaikkan beban biaya produksi tambang batu bara sekitar US$2/ton. 

Dengan begitu, Gita berharap Kementerian ESDM dapat mengkaji ulang rencana mandatori B50 dan mempertimbangkan kajian yang sudah diberikan APBI terkait dengan dampak penerapan B50 terhadap sektor pertambangan batu bara.


“Jadi, kita ingin paling tidak hasil review itu, review itu sudah dilakukan, [Ditjen] EBTKE sudah melakukan, hasil review itu bisa diinikan kembali, melihat banyaknya beberapa tantangan yang harus diharapkan,” kata Gita di sela Coalindo Coal Conference 2025, dikutip Kamis (6/11/2025).

Gita menyatakan bahan bakar menjadi komponen penting dalam operasional pertambangan, sebab digunakan oleh alat berat hingga transportasi pengangkut hasil tambang.