Logo Bloomberg Technoz

Namun jikalau rupiah kembali melemah, maka target support terdekat adalah Rp16.740/US$. Penembusan di titik ini berisiko melongsorkan mata uang Ibu Pertiwi ke level Rp16.800/US$.

Sinyal penguatan rupiah terlihat di pasar forward. Mengacu data Bloomberg, kontrak NonDeliverable Forward (NDF) rupiah 1 bulan berhasil menguat ke rentang Rp16.700/US$, setelah berhasil ditutup menguat 0,19% point–to–point pada perdagangan kemarin. 

Level pergerakan rupiah offshore itu lebih kuat dibanding posisi penutupan rupiah spot Rabu di Rp16.705/US$ dan Kurs tengah JISDOR Bank Indonesia di level Rp16.729/US$ per 5 November.

Dolar AS Lesu

Rupiah mendapat angin segar dari kelesuan dolar AS. Pada perdagangan kemarin, Dollar Index (yang mengukur posisi greenback di hadapan 6 mata uang utama dunia) melemah 0,02% ke 100,204. Memutus laju penguatan beruntun lima harinya.

Kelesuan dolar AS datang usai Mahkamah Agung pengadilan AS mempertimbangkan legalitas tarif impor yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump.

Putusan yang menyatakan tarif berdasarkan Undang-Undang IEEPA kemungkinan akan memicu pelemahan lanjutan, karena pasar mengestimasikan efek berikutnya yaitu tingkat suku bunga yang lebih rendah serta tren disinflasi yang kembali menguat, mengutip Bloomberg News.

Penghapusan tarif tersebut akan memperkuat ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih longgar, menggeser fokus dari pengendalian inflasi menuju stabilisasi pertumbuhan. Pada nantinya, hal ini dapat menghasilkan kurva imbal hasil yang lebih curam — dan dalam beberapa tahun, pelebaran kurva 2s10s biasanya bertepatan dengan pelemahan dolar AS, berdasarkan data Bloomberg.

Jika Mahkamah Agung (SCOTUS) memutuskan menentang tarif yang diberlakukan Presiden Trump, ekspektasinya adalah Trump akan mencari jalur alternatif untuk memberlakukannya kembali, seperti melalui Pasal 301. Pada ujungnya, terlepas dari bagaimana hasil hukum tersebut berkembang, struktur fundamental saat ini mengarah pada prospek dolar AS yang lebih lemah, didukung oleh suku bunga jangka pendek yang lebih rendah dan kurva imbal hasil yang semakin curam.

Sentimen Dalam Negeri

Pasar juga masih tersulut euforia dari laporan pertumbuhan perekonomian Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis target pertumbuhan ekonomi bakal mencapai 5,2% sampai dengan tutup tahun.

Airlangga beralasan pertumbuhan ekonomi belakangan dapat dijaga di level 5% sampai kuartal III-2025.

“Kuartal III–2025 kan rata rata pertumbuhan lebih rendah dari kuartal sebelumnya, tapi angka 5,04% itu angka yang baik karena bisa bertahan 5%,” kata Airlangga kepada jurnalis di Istana Kepresidenan, Jakarta.

“(Target) full year 5,2% bisa dicapai.”

Dalam kesempatan lain, Airlangga mengatakan, optimisme itu ikut didorong oleh stimulus lanjutan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat pada periode kuartal IV–2025 tahun ini.

Paket stimulus ekonomi itu merujuk pada tambahan pemberian bantuan sosial (Bansos) yang menjadi Rp30 triliun, termasuk pemberian plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang saat ini telah mencapai sebesar Rp50 triliun.

“Kemarin kita sudah tanda tangan akad untuk 800 ribu KUR. Itu kalau rata-rata Rp50 juta berarti sekitar Rp40 triliun. Jadi sejalan dengan Rp50 triliun yang kita mau gelontorkan,” kata Airlangga.

Tumbuh di Atas Ekspektasi

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan ekonomi Indonesia yang dihitung dengan Produk Domestik Bruto (PDB) berada di Rp6.060 triliun berdasarkan Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) pada kuartal III-2025. Artinya, ekonomi Indonesia berhasil tumbuh 5,04% dibanding periode yang sama tahun lalu (year–on–year/yoy).

Pencapaian ini sedikit lebih tinggi dari ekspektasi. Konsensus pasar yang dihimpun Bloomberg mengestimasikan pertumbuhan ekonomi Kuartal III–2025 sebesar 5% yoy.

Secara kuartalan (quarter–to–quarter/qtq), ekonomi Indonesia tumbuh 1,43%, serta di atas estimasi pasar/analis ataupun ekonom yang sebesar 1,4% qoq. Mayoritas lapangan usaha tumbuh, dengan pertumbuhan tertinggi pada Jasa Pendidikan, dari sisi pengeluaran, seluruh komponen tumbuh.

(fad/aji)

No more pages