Logo Bloomberg Technoz

IBM Jawab Polemik AI Gantikan Pekerjaan Manusia atau Cuma Bantu

Muhammad Fikri
04 November 2025 11:40

Ai gantikan peran manusia, studi terbaru IBM menyebut hasil berbeda. (Diolah)
Ai gantikan peran manusia, studi terbaru IBM menyebut hasil berbeda. (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Perdebatan mengenai ancaman kecerdasan buatan (AI) terhadap lapangan kerja telah lama menjadi sorotan. Namun, sebuah studi global dari International Business Machines (IBM) menyajikan perspektif baru: AI tidak lantas memangkas jumlah karyawan, melainkan menuntut investasi ulang pada sumber daya manusia dan keterampilan baru.

Dalam riset mendalam terhadap 3.000 eksekutif tingkat atas, IBM menemukan bahwa meskipun hampir 40% tenaga kerja global perlu ditingkatkan keterampilannya (upskill) dalam waktu tiga tahun ke depan akibat adopsi AI dan otomatisasi, mayoritas perusahaan justru memilih untuk tidak memangkas karyawan. Sebaliknya, mereka berinvestasi pada talenta, bahkan dalam banyak kasus, memberikan gaji yang lebih tinggi.

“AI tidak akan menggantikan manusia — tetapi orang yang menggunakan AI akan menggantikan orang yang tidak menggunakannya,” dikutip dari Tomsguide, Selasa (4/11/2025)


Studi IBM mengungkapkan adanya pergeseran cara perusahaan mendefinisikan nilai seorang karyawan. Perusahaan tidak lagi hanya memprioritaskan keterampilan teknis murni, melainkan mulai berfokus pada sifat-sifat unik manusia seperti; Kreativitas, Empati, Penilaian Etis - area yang merupakan ranah dimana mesin masih memiliki keterbatasan signifikan.

Temuan yang paling mengejutkan adalah korelasi antara adopsi AI dengan kenaikan gaji. Para eksekutif melaporkan bahwa peran yang mengintegrasikan perangkat AI menuntut premi gaji yang tinggi.