Logo Bloomberg Technoz

Pandangan Kelas Pekerja AS soal Teknologi AI: Prospek Kerja Suram

Redaksi
27 October 2025 12:00

Penyempurnaan teknologi kecerdasan buatan oleh OpenAI. (Bloomberg)
Penyempurnaan teknologi kecerdasan buatan oleh OpenAI. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang digadang-gadang mampu meningkatkan produktivitas kerja, hingga perubahan menuju lebih baik, justru dipandang kelas pekerja Amerika Serikat (AS) punya dampak serius pada prospek kerja mereka di masa depan.

Data Pew Research Center menyatakan, 52% peserta survei menyatakan mereka khawatir tentang dampak masa depan penggunaan AI di tempat kerja. 32% sampaikan AI bisa menyebabkan berkurangnya peluang kerja bagi mereka dalam jangka panjang. Hanya sekitar 36% yang percaya AI di masa depan punya maksud baik, sementara 33% pekerja menyatakan terbebani.

Publikasi Pew Research Center tahun 2025 dengan melibatkan 5.273 responden ini menyatakan lebih rinci bahwa implementasi AI di lingkungan pekerjaan akan mengurangi peluang kerja bagi mereka (32%). Hanya sedikit yang percaya AI bisa mendorong prospek pekerjaan (6%). 31% responden menyebut AI tidak banyak berpengaruh serta 17% pernah mendengar tentang penggunaan AI di kantor.


“Pekerja dengan penghasilan rendah dan menengah lebih cenderung daripada pekerja dengan penghasilan tinggi untuk mengatakan bahwa penggunaan AI di tempat kerja akan menyebabkan lebih sedikit peluang kerja bagi mereka. Sebaliknya, pekerja dengan penghasilan tinggi lebih cenderung mengatakan bahwa penggunaan AI di tempat kerja tidak akan banyak berpengaruh pada peluang kerja mereka,” jelas Pew Research Center, dikutip Senin (27/10/2025).

Sektor yang punya peluang lebih banyak propek AI dalam jangka panjang di antaranya keuangan, akuntansi, bank, properti.