Logo Bloomberg Technoz

'Mysterious Elephant' Incar Data WhatsApp Instansi Asia-Pasifik

Muhammad Fikri
04 November 2025 09:45

Ilustrasi kejahatan siber. (bloomberg)
Ilustrasi kejahatan siber. (bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melalui akun media sosial resminya (@bssn_ri) mengeluarkan peringatan mengenai kampanye ancaman siber baru dari kelompok peretas (APT) bernama 'Mysterious Elephant' atau 'Gajah Misterius'.

Kelompok ini terdeteksi oleh tim peneliti keamanan siber global (Kaspersky GReAT) dan menargetkan instansi pemerintah serta organisasi di wilayah Asia-Pasifik.

“Baru-baru ini, tim peneliti keamanan siber global (Kaspersky GReAT) menemukan kampanye baru dari kelompok peretas (APT) bernama 'Mysterious Elephant'” tulis BSSN dalam unggahannya di Instagram, Selasa (4/11/2025).


Tujuan utama dari Mysterious Elephant adalah mencuri data penting dari sistem target, dengan fokus khusus pada; Dokumen, foto, dan arsip yang tersimpan di aplikasi WhatsApp.

Teknik Serangan Canggih

Serangan ini diklasifikasikan sebagai sangat berbahaya karena kelompok peretas menggunakan teknik canggih yang sulit dideteksi oleh antivirus tradisional. Mereka memanfaatkan:

  1. Script PowerShell: Untuk menjalankan perintah berbahaya secara diam-diam.
  2. Reverse Shell 'BabShell': Malware canggih yang mampu mengambil alih sistem dengan cara "menyamar" sebagai alat atau utilitas sistem yang sah.