Logo Bloomberg Technoz

BSSN: Sekitar 90% Kerentanan Keamanan Siber Berasal dari Malware

Farid Nurhakim
29 October 2025 18:50

Ilustrasi serangan siber oleh hacker dengan menyusup melalui laptop.	(Dok: Bloomberg)
Ilustrasi serangan siber oleh hacker dengan menyusup melalui laptop. (Dok: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mendeteksi terdapat sekitar 90% atau sebagian besar kerentanan keamanan siber yang terjadi di Indonesia adalah ancaman serangan malware. Sebagai informasi , malware adalah perangkat lunak (software) berbahaya yang merugikan karena bisa merusak komputer dan mencuri identitas pengguna.

"Dari pendeteksi BSSN sekarang itu secara sebagian besar, kurang lebih 90% itu kerentanan yang terjadi itu ancaman serangan malware," kata Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi di sela-sela National Cyber Security Connect 2025, Rabu (29/10/2025). 

Selanjutnya, urai dia, ada ancaman serangan distributed denial of service (DDoS) atau jenis serangan terhadap komputer atau peladen dalam jaringan internet, upaya untuk melaksanakan akses tidak sah atau miskonfigurasi sistem, dan exploit atau cara di mana sebuah kerentanan dapat dimanfaatkan untuk aktivitas jahat oleh peretas (hacker). "Tapi ancaman malware itu yang paling rentan," ungkap Nugroho. 


BSSN lantas menyebut bahwa modus serangan yang paling diwaspadai adalah melalui rekayasa sosial (social engineering). Pasalnya yang diserang bukan sistem dan kata kelolanya, namun personelnya melalui seperti phishing atau ancaman kejahatan siber berupa pengelabuan untuk memperoleh informasi sensitif.

"Apalagi phishing sekarang dengan teknologi AI (kecerdasan buatan) yang sudah generasi sekarang, mudah sekali memanipulasi perilaku target. Dalam saat sekarang ini, papa minta pulsa aja masih ada yang kena, apalagi kalau sudah menggunakan modus AI, itu juga luar biasa," terang dia.