Logo Bloomberg Technoz

PLN Hitung Kebutuhan Kompensasi Buat Eksekusi Proyek PLTSa

Azura Yumna Ramadani Purnama
04 November 2025 05:00

Warga berjalan di depan gedung Wisma Danantara Indonesia di jalan Jend. Gatot Subroto, Minggu (29/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Warga berjalan di depan gedung Wisma Danantara Indonesia di jalan Jend. Gatot Subroto, Minggu (29/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN tengah menghitung kebutuhan kompensasi untuk menjalankan proyek pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa). Lelang proyek setrum sampah itu bakal dibuka pada Kamis (6/11/2025).

Managing Director Investment Danantara Stefanus Ade Hadiwidjaja mengatakan besaran kompensasi itu akan memperhitungkan selisih antara tarif listrik yang dibeli PLN yakni sekitar US$20 sen per kilowatt hour (kWh) dan total potensi pendapatan.

Saat ini, kata Stefanus, PLN telah mengoordinasikan besaran kompensasi yang dibutuhkan dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).


“Kompensasinya saya rasa PLN juga lagi menghitung kan, itu kan tergantung US$20 sen-nya sama total revenue-nya berapa ya, gap itu nanti yang dihitung,” kata Stefanus kepada awak media di Wisma Danantara, Senin (3/11/2025).

Stefanus menjelaskan Danantara akan membuka lelang tahap pertama proyek PLTSa pada Kamis (6/11/3025). Terdapat proyek di 7–10 wilayah yang akan dilelang nantinya.