Mendagri Ungkap Penyebab Beda Data Dana Pemda 'Parkir' di Bank
Sultan Ibnu Affan
31 October 2025 13:33

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengklarifikasi polemik perbedaan antara data Kementerian Keuangan dan Pemerintah Daerah terkait nominal dana pemerintah daerah (Pemda) yang mengendap di perbankan.
Tito mengatakan perbedaan data terjadi karena adanya perbedaan waktu ketika data diterbitkan. Pasalnya jumlah dana Pemda di perbankan cukup dinamis dan bisa terus berubah setiap saat. Jadi, ini hanya masalah soal pengkinian pelaporan data yang diumumkan dalam waktu yang berbeda.
Tito menjelaskan, semula terdapat data yang memaparkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyimpan uang senilai Rp4,1 triliun. Tetapi, di sisi lain, Gubernur Dedi Mulyadi dan Kementerian Dalam Negeri mencatat simpanan dana hanya sebesar Rp2,7 triliun.
"Jadi otomatis beda karena waktunya berbeda, uangnya sudah terbelanjakan sebagian. Itu timing-nya adalah di Agustus, September. Jadi dalam waktu 1 bulan bisa berbeda itu sangat mungkin sekali," tutur Tito kepada wartawan di Jakarta, Jumat (31/10/2025).
Tito mengatakan, penyebab perbedaan data juga terjadi lantaran adanya kesalahan input data dan pelaporan dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) kepada bank sentral soal pengalokasian dana simpanan.






























